BerandaDaerahPalu & Sekitarnya

Ketua STIA Panca Marga Palu Dorong Pembenahan Kampus dan Keterbukaan Bersama Mahasiswa

INTERKINI.CO, PALU — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu, Dewi Cahyawati Abdullah, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Pembenahan tersebut meliputi peningkatan performance kampus, pengelolaan yang berkualitas, serta peningkatan mutu dosen.

Hal itu disampaikan Dewi saat memberikan sambutan dalam kegiatan dialog “Berbincang Bebas dan Santai” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIA Panca Marga Palu, di Pujasera Kampus STIA PM Palu, Jumat (17/10/2025) malam.

“Kalau kita tidak lakukan hal tersebut, kita akan ketinggalan dengan pergeseran nilai yang saat ini begitu cepat,” ujar Dewi.

Dalam kesempatan itu, Dewi mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi demi kemajuan kampus. Ia pun menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dari mahasiswa.

“Silakan berikan kritik yang membangun. Saya justru paling alergi dengan pujian. Saya lebih suka dikritik, karena kritik itu bisa membuat kita lebih maju,” tegasnya.

Dewi juga mengapresiasi kegiatan dialog tersebut yang menurutnya belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan pengelola kampus.

“Selama ini seolah kita saling asing satu sama lain. Padahal inilah yang harus dibangun. Apalagi sekarang kita berada di era teknologi dan digitalisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa BEM merupakan bagian dari struktur Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memiliki peran penting sebagai fasilitator, agen perubahan, serta pengontrol sosial di kampus.

“Saya adalah orang pertama yang harus didatangi mahasiswa bila ada sesuatu. BEM harus menjadi jembatan antara mahasiswa dan pihak kampus,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua BEM STIA PM Palu, Nur Syahid Latoandja, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan dialog ini adalah untuk menampung saran dan masukan demi kemajuan kampus.

“Intinya malam ini kita berbincang-bincang bebas dan santai untuk mencari ide bagaimana kampus kita bisa menjadi lebih baik dan profesional ke depan,” jelas Syahid.

Dalam sesi dialog, para mahasiswa tampak antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan. Salah satunya disampaikan Said Gasalele, mahasiswa semester I, yang mempertanyakan kinerja BEM yang dinilai belum maksimal.

Sementara itu, Aras, mahasiswa semester VII, menyoroti besarnya biaya yang harus dibayar mahasiswa untuk kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), pengajuan skripsi, hingga wisuda, yang dianggap terlalu memberatkan dan kurang transparan.

“Apalagi informasi soal jumlah biaya baru disampaikan di tengah perjalanan kuliah, saat mahasiswa sudah memasuki semester empat atau lima,” ujarnya.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Dewi menjawab dengan terbuka dan transparan. Meski sempat diwarnai beberapa interupsi, suasana dialog berlangsung hangat, kondusif, dan penuh keakraban.

Kegiatan “Berbincang Bebas dan Santai” ini diharapkan menjadi awal terbangunnya komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pihak kampus, guna mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih partisipatif, transparan, dan progresif di STIA Panca Marga Palu.

(in/id)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.