BerandaDaerahPalu & Sekitarnya

Pria di Palupi Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

INTERKINI.CO, PALU — Seorang pria berinisial A.S. (52) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Padat Karya, RT 03/RW 05, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Minggu malam sekitar pukul 19.10 WITA.

Korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, S.S. (51), yang datang berkunjung bersama sang istri, A.M. (48).

Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, SH membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 19.30 WITA, lalu segera menuju lokasi bersama piket fungsi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami langsung mengamankan lokasi, memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar TKP,” ujar AKP Kasim.

Berdasarkan keterangan S.S., saat tiba di rumah korban sekitar pukul 19.15 WITA, kondisi rumah dalam keadaan gelap karena mati lampu dan pintu terbuka. Ketika masuk ke ruang tamu, ia melihat korban dalam posisi telungkup di lantai. Setelah dibalik, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

Sementara itu, saksi lain, K.S. (28), mengaku sempat berbincang dengan korban pada Sabtu sore (18/10). Dalam percakapan itu, korban sempat menanyakan apakah saksi mendengar suara ribut dari arah rumahnya dalam beberapa malam terakhir.

Saksi juga memperhatikan luka di pelipis kanan dan memar di pelupuk mata kanan korban. Saat ditanya penyebabnya, korban hanya menjawab tidak tahu dan mengaku ketika bangun tidur kamarnya sudah berantakan.

Sekitar pukul 21.10 WITA, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng menggunakan ambulans CV. Farhan untuk dilakukan visum et repertum (VER).

Kapolresta Palu Kombes Pol Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H. menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari Polsek Palu Selatan dan kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Polresta Palu bersama tim Inafis akan bekerja profesional dan terbuka untuk memastikan penyebab kematian korban,” tegas Kombes Deny.

Hasil pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan adanya luka pada bagian wajah korban yang mengindikasikan dugaan kekerasan. Namun, penyebab pasti kematian baru akan diketahui setelah hasil pemeriksaan medis keluar.

Kombes Deny menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah, mengingat keluarga korban juga telah membuat laporan resmi di sana.

“Kami akan mengungkap kasus ini secara cepat dan transparan demi memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga ketenangan masyarakat,” ujarnya.

Menurut keterangan pemilik kios di depan rumah korban, sekitar pukul 14.00 WITA di hari yang sama, korban masih sempat datang membeli rokok. Dengan demikian, diduga korban meninggal pada sore hari.

Selain itu, saksi K.S. juga mengaku sempat mendengar suara perempuan meminta tolong dari arah rumah korban pada Kamis malam (16/10) sekitar pukul 22.00 WITA.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Polda Sulteng dan terus melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian korban.

(rls/jm)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.