BerandaDaerahLintas Sulteng

Diskominfo Sigi Dorong Literasi Digital untuk Cegah Hoaks dan Isu Negatif

INTERKINI.CO, SIGI – Internet yang semakin merata hingga ke desa-desa di Kabupaten Sigi membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sigi, Samsir Z., menekankan pentingnya penggunaan internet secara bijak dan edukasi literasi digital sebagai upaya menghadapi arus informasi yang cepat, termasuk potensi penyebaran hoaks.

Saat ditemui beberapa hari lalu di ruang kerjanya, Samsir menuturkan, “Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di Sigi, banyak berita hoaks beredar di media sosial. Meski demikian, pemanfaatan media sosial sebenarnya luar biasa karena mempercepat akses informasi dan layanan bagi masyarakat.”

Menurut Samsir, penyebaran internet ke desa-desa membawa dampak positif sekaligus dampak negatif. Di sisi positif, informasi dapat diakses lebih cepat dan pelayanan publik menjadi lebih efisien. Namun, sisi negatifnya, penyebaran informasi hoaks bisa terjadi dengan mudah, dan iklan digital atau pinjaman online ilegal (pinjol) juga berpotensi meresahkan masyarakat.

Untuk menekan dampak negatif tersebut, Diskominfo Sigi melakukan beberapa langkah strategis:

  1. Klarifikasi cepat informasi hoaks – “Ketika ada berita hoaks, tim kami segera meluruskan melalui kanal resmi dan menyebarkan informasi yang akurat,” jelas Samsir.

  2. Edukasi literasi digital – Masyarakat didorong untuk memahami cara memilah informasi yang benar dan menghindari penyebaran isu negatif.

  3. Filter konten negatif – Diskominfo aktif menyeleksi konten yang meresahkan atau menyesatkan, termasuk iklan pinjol ilegal, agar dampak negatif internet dapat diminimalkan.

Samsir menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis menggunakan internet, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi, literasi finansial digital, dan kesadaran hukum terkait konten online. Menurutnya, masyarakat yang cakap literasi digital akan mampu memanfaatkan internet sebagai alat pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik, sekaligus meminimalkan risiko hoaks dan penipuan online.

“Dengan jaringan internet yang semakin baik di desa, masyarakat dapat mengakses informasi dan pelayanan lebih cepat. Namun, tanggung jawab kami adalah memastikan penggunaan teknologi ini memberikan manfaat maksimal dan meminimalkan dampak negatif,” ujar Samsir.

Langkah Diskominfo Sigi mencerminkan pendekatan preventif dan edukatif dalam menghadapi era digital. Upaya ini tidak hanya melindungi masyarakat dari berita bohong, tetapi juga membangun kesadaran kritis dan budaya literasi digital, yang menjadi fondasi penting dalam pemerintahan modern dan pemberdayaan masyarakat di era informasi.

(a6)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.