BERANI Sehat Jawab Keresahan Warga di Sulteng
INTERKINI.CO, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis melalui program unggulan BERANI Sehat, yang ditujukan untuk warga kurang mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Sejak diluncurkan, program ini telah mencatat peningkatan luar biasa dalam jumlah warga yang menerima bantuan pengobatan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, mengungkapkan bahwa sebelum BERANI Sehat dijalankan, rata-rata hanya sekitar 1.300 warga per bulan yang dibiayai pemerintah untuk berobat. Kini, angka itu melonjak menjadi sekitar 19.000 warga per bulan.
“Ini membuktikan bahwa banyak rakyat tidak berobat bukan karena tidak sakit, tetapi karena mereka tidak punya jaminan kesehatan atau menunggak iuran BPJS,” ujar gubernur saat membuka Musrenbang RPJMD Sulteng 2025–2029, di Gedung Wanita Bidarawasia, Palu.Senin (30/6),
Program ini tidak hanya menanggung iuran BPJS bagi warga miskin yang belum terdaftar atau menunggak, tetapi juga mencakup pengobatan penyakit berat yang tidak dijamin oleh BPJS, seperti kanker, tumor, bahkan korban pembusuran dan kecelakaan tunggal.
BERANI Sehat menjadi solusi nyata atas tantangan akses layanan kesehatan di daerah, sekaligus bentuk keberpihakan anggaran pemerintah pada kelompok masyarakat rentan.
“Sekarang BERANI Sehat yang membayar. Kalau ada program serupa di kabupaten/kota, saya sarankan anggarannya dialihkan ke sektor lain. Kesehatan sudah provinsi yang tanggung,” imbuhnya.
Pemerintah provinsi juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan dinas sosial masing-masing dalam memastikan warga kurang mampu masuk dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dengan pendekatan yang menyasar langsung ke kebutuhan dasar masyarakat, gubernur berharap kualitas layanan kesehatan di Sulteng akan menjadi yang terbaik (excellent) di kawasan timur Indonesia.




