Haul Guru Tua

Rest Area Toboli Disiapkan, Menyambut Jemaah Haul yang Menempuh Perjalanan Panjang

INTERKINI.CO, PALU — Perjalanan menuju peringatan Haul Guru Tua ke-58 bukanlah perjalanan singkat. Dari arah utara Sulawesi Tengah Bitung, Manado, Gorontalo, hingga Parigi Moutong ribuan jemaah menempuh jarak jauh demi menghadiri momentum spiritual tersebut.

Di tengah perjalanan panjang itu, sebuah ruang singgah dihadirkan: Masjid Uenggalajo di Desa Toboli.

Tempat ini bukan sekadar lokasi persinggahan. Ia menjadi ruang untuk beristirahat, menenangkan diri, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Palu.

Koordinator Rest Area Toboli, H. Mohamad Ahdal, menjelaskan, fasilitas ini disiapkan agar para tamu haul dapat melepas lelah setelah menempuh perjalanan darat yang panjang.

“Tujuannya agar jemaah dari wilayah utara bisa beristirahat dengan baik, sekaligus melaksanakan ibadah di masjid sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Di kompleks masjid tersebut, tersedia area istirahat yang dapat digunakan untuk berbaring. Tidak hanya itu, jemaah juga disambut dengan sajian khas berupa lalampa Toboli, makanan tradisional yang menjadi ikon desa, serta air minum hangat maupun air biasa.

Ruang Singgah yang Tumbuh dari Kebersamaan

Rest area ini bukan hal baru. Dalam tiga tahun terakhir, Masjid Uenggalajo telah menjadi salah satu titik singgah bagi jemaah haul yang melintasi jalur utara.

Keberadaannya pun lahir dari semangat kebersamaan. Panitia telah berkoordinasi dengan tokoh agama dan jamaah masjid setempat, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Alkhairaat.

Fasilitas ini dihadirkan oleh Komda Alkhairaat Parigi Moutong, dengan dukungan Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong serta salah satu anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Ustadz H. Rafiq Alamri.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran jemaah bukan sekadar lalu lintas perjalanan, melainkan bagian dari kebersamaan yang telah terjalin lama.

Perjalanan, Istirahat, dan Hikmah

Di balik panjangnya perjalanan menuju haul, tersimpan makna tentang ketulusan dan kesungguhan. Setiap langkah jemaah adalah bagian dari ikhtiar spiritual yang tidak ringan.

Karena itu, keberadaan rest area menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi fisik dan kekhusyukan ibadah.

Ahdal berharap, para tamu haul dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, sehingga tetap sehat dan mampu mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat.

Ia juga mengingatkan para jemaah untuk tetap memperhatikan kondisi kendaraan serta menjaga kesehatan selama perjalanan.

“Semoga para tamu haul bisa beristirahat dengan nyaman dan mengikuti pelaksanaan haul dengan penuh hikmah dalam suasana yang penuh berkah,” katanya.

Di tengah arus perjalanan yang terus bergerak menuju Palu, Masjid Uenggalajo di Toboli menjadi penanda: bahwa haul bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dijalani dengan saling menjaga, melayani, dan menguatkan satu sama lain.

Pewarta: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

Baca juga: Haul ke-58 Guru Tua, Puluhan Ribu Jemaah Diperkirakan Hadir

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.