Haul Guru TuaHeadline

Di Balik Layanan Jemaah Haul, Peran Ustadz Rafiq Alamri di Jalur Utara

INTERKINI.CO, PALU — Perjalanan panjang jemaah menuju Haul Guru Tua ke-58 tidak hanya diisi oleh langkah menuju tujuan, tetapi juga oleh kehadiran titik-titik layanan yang membantu mereka tetap kuat di perjalanan.

Di jalur utara menuju Kota Palu, sejumlah posko singgah hadir di titik strategis seperti Toboli dan Maninili, Kabupaten Parigi Moutong. Posko-posko ini menjadi tempat beristirahat bagi jemaah yang datang dari Manado, Gorontalo, hingga Maluku Utara.

Di lokasi tersebut, jemaah tidak hanya beristirahat, tetapi juga mendapatkan layanan sederhana seperti makanan, minuman, hingga ruang untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Koordinator lapangan, Abdul Haris, menyebut kehadiran posko ini sangat membantu jemaah yang menempuh perjalanan darat.

“Banyak jemaah singgah untuk istirahat dan makan sebelum lanjut ke Palu,” ujarnya.

Dukungan yang Konsisten

Di balik keberadaan posko-posko tersebut, terdapat dukungan dari anggota DPD/MPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, H. Rafiq Alamri, yang selama beberapa tahun terakhir turut berkontribusi dalam penyediaan layanan bagi jemaah.

Koordinator lapangan di Toboli, Abdulah Alhasni, mengatakan dukungan tersebut dirasakan langsung dalam pelaksanaan rest area setiap tahun.

“Alhamdulillah ini berkat bantuan beliau, sehingga kami bisa terus melayani jemaah setiap haul,” ujarnya.

Menurutnya, layanan ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan terus berkembang seiring meningkatnya jumlah jemaah.

Ribuan Jemaah Dilayani

Data di lapangan menunjukkan, jumlah jemaah yang singgah terus meningkat setiap tahun. Di salah satu titik posko, tercatat sekitar 900 jemaah dilayani pada tahun pertama, dan meningkat menjadi lebih dari 1.900 jemaah pada tahun berikutnya.

Angka tersebut mencerminkan tingginya antusiasme jemaah sekaligus pentingnya keberadaan titik singgah di jalur perjalanan.

Lebih dari Sekadar Posko

Bagi jemaah, posko singgah bukan sekadar tempat beristirahat. Ia menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi cerita perjalanan, sekaligus penguat semangat sebelum melanjutkan langkah menuju haul.

Di tengah perjalanan panjang, kehadiran layanan sederhana seperti makanan, minuman, dan tempat istirahat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik dan kekhusyukan ibadah.

Haul Guru Tua ke-58 akan mencapai puncaknya pada 1 April 2026 di Kota Palu. Di sepanjang jalur menuju lokasi, kehadiran posko singgah menjadi penanda bahwa perjalanan itu dijalani tidak sendiri ada perhatian, ada kepedulian, dan ada kebersamaan yang terus hidup di tengah umat.

Pewarta: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.