BerandaIsu PerempuanPerempuan

Nursia Syamsu: Ruang Aman Perempuan, Akar Masa Depan Anak-Anak Sigi

INTERKINI.CO, SIGI- Tidak ada rumah yang ingin menjadi tempat lahirnya ketakutan. Bagi perempuan dan anak, rasa aman adalah kebutuhan paling dasar lebih penting dari sekadar kenyamanan fisik. Dari rasa aman itulah tumbuh kepercayaan diri, harapan, dan masa depan keluarga. Ketika ruang aman itu rapuh, luka sering kali hadir tanpa suara. Kesadaran inilah yang menjadi dasar pemikiran Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Nursia Syamsu, S.Pd, dalam memandang isu perlindungan perempuan dan anak.

Sebagai legislator perempuan, Nursia melihat perlindungan perempuan dan anak bukan semata isu hukum atau angka laporan, melainkan persoalan ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan sosial. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan utuh jika masih ada perempuan dan anak yang hidup dalam ketidakamanan.

“Perempuan dan anak harus merasa aman di rumah, di lingkungan, dan di ruang publik. Ketika rasa aman itu hadir, keluarga akan tumbuh lebih kuat,” ujarnya.

Keluarga sebagai Ruang Belajar Pertama

Dalam pandangan Nursia, keluarga adalah ruang belajar pertama bagi anak-anak sekaligus tempat perempuan menjalani peran yang kompleks. Cara keluarga membangun komunikasi, saling menghargai, dan menyelesaikan perbedaan akan membentuk karakter anak di masa depan.

Ia menekankan pentingnya edukasi keluarga sebagai langkah pencegahan berbagai persoalan sosial. Pendidikan tentang pola asuh yang sehat, kesetaraan peran, dan penghargaan terhadap martabat perempuan dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.

“Banyak persoalan bisa dicegah jika keluarga memiliki pengetahuan dan pendampingan yang cukup. Edukasi menjadi kunci,” jelasnya.

Perempuan dan Tanggung Jawab Membesarkan Generasi

Perempuan sering berada di garis terdepan dalam membesarkan generasi. Di tengah perubahan sosial yang cepat, peran ini semakin menantang. Menurut Nursia, penguatan perempuan melalui akses pendidikan, informasi, dan dukungan sosial adalah langkah strategis dalam menjaga ketahanan keluarga.

Ketika perempuan berdaya, lanjutnya, mereka mampu menjadi pendamping yang kuat bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, mulai dari pendidikan hingga pergaulan sosial.

Bekerja dengan Aman dan Bermartabat

Isu perempuan tidak berhenti di ruang domestik. Banyak perempuan Kabupaten Sigi yang memilih bekerja, termasuk ke luar negeri, demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Nursia menilai pilihan tersebut sebagai hak yang harus dihormati, namun perlu diiringi dengan perlindungan yang memadai.

“Perempuan bekerja untuk kehidupan yang lebih baik. Tugas negara adalah memastikan mereka bekerja dengan aman dan bermartabat,” tuturnya.

Ia mendorong penguatan regulasi dan pendampingan bagi tenaga kerja perempuan, agar keselamatan dan hak-hak mereka tetap terjaga, baik sebelum berangkat, selama bekerja, maupun saat kembali ke tanah air.

Membangun Masa Depan dari Ruang Aman

Bagi Nursia Syamsu, membangun Kabupaten Sigi yang berkeadilan dimulai dari hal paling mendasar: memastikan perempuan dan anak merasa aman dan dihargai. Upaya ini, menurutnya, membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, dan keluarga.

Ketika perempuan terlindungi, mereka akan menciptakan rumah yang hangat. Ketika anak-anak tumbuh tanpa rasa takut, mereka akan belajar bermimpi. Dan ketika keluarga menjadi kuat, masa depan Kabupaten Sigi akan tumbuh dengan harapan.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.