Sigi Siapkan Langkah Besar Atasi Blankspot Lewat Program “Berani Berdering”

INTERKINI.CO, SIGI — Di sejumlah desa di Kabupaten Sigi, akses sinyal telekomunikasi masih menjadi kemewahan. Warga harus berjalan ke titik tertentu, memanjat bukit, atau menunggu cuaca cerah hanya untuk mengirim pesan atau menerima kabar keluarga. Namun, kondisi ini perlahan mulai berubah. Pemerintah Kabupaten Sigi kini tengah menyiapkan langkah besar untuk menghadirkan konektivitas yang lebih merata melalui Program “Berani Berdering”, sebuah gerakan yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menghapus wilayah blankspot pada 2026.
Semangat itu terasa dalam rapat koordinasi yang digelar melalui Zoom Meeting pada Kamis pagi (4/12/2025). Sekretaris Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, yang memimpin rapat dari Ruang Rapat Sekab di Desa Bora, berdialog langsung dengan Plt. Diskominfo Santik Sulteng, Wahyu Agus Pratama. Suasana pertemuan berlangsung penuh perhatian, terutama dari para camat dan kepala desa yang hadir, mengingat program ini akan menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah terpinggirkan.
Program Berani Berdering sendiri merupakan kebijakan prioritas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido. Program ini memfokuskan pemerataan akses telekomunikasi hingga ke desa-desa terpencil. Setiap desa penerima akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp69 juta dari Dana Desa, yang akan digunakan untuk membangun jaringan internet berbasis kebutuhan lokal.
Aldisyar, Kabid Penyelenggaraan e-Government Diskominfo Sigi, menjelaskan bahwa pihaknya akan mendampingi langsung desa dalam penyusunan anggaran pembangunan jaringan. “Seluruh RAB program Berani Berdering akan diaudit oleh Inspektorat untuk memastikan transparansi dan kesesuaian spesifikasi jaringan. Arahan dari Pak Sekab jelas, semuanya harus akuntabel,” ujarnya.
Meski begitu, proses pengajuan masih menghadapi tantangan. Dari total 84 desa usulan tahap pertama di Sulawesi Tengah, masih ada 41 desa yang belum mengirimkan dokumen permohonan bantuan. Namun Kabupaten Sigi telah bergerak cepat, dan dari hasil verifikasi, sebanyak 15 desa ditetapkan masuk dalam nominasi penerima bantuan, mulai dari wilayah Lindu, Kulawi, hingga Marawola.
Harapan besar pun mengalir dari pemerintah daerah. Jika program ini berjalan lancar, desa-desa yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses komunikasi bisa mulai merasakan manfaat jaringan internet yang stabil. Tidak hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk pendidikan, layanan publik, keamanan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
Program ini bukan sekadar pemasangan jaringan. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan desa-desa Sigi dengan dunia yang lebih luas—membawa peluang, informasi, dan kenyamanan yang selama ini sulit dijangkau.
Dengan langkah awal yang kini mulai disiapkan, Sigi berharap 2026 menjadi tahun di mana tak ada lagi desa yang “terputus” dari dunia digital. Sebuah lompatan kecil dari pemerintah, namun berarti sangat besar bagi warga yang selama ini menunggu sinyal dari harapan.




