Dunia Pendidikan Tarakan Berduka, Guru Senior Sirajudin Berpulang


INTERKINI.CO, TARAKAN – Dunia pendidikan di Kota Tarakan kembali berduka. Seorang guru yang dikenal penuh dedikasi dan kehangatan, Bapak Sirajudin bin Aspani, berpulang ke Rahmatullah pada Selasa, 9 September 2025, pukul 13.11 WITA di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Beliau wafat di usia 56 tahun karena sakit, meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang begitu ia cintai.
Jejak Panjang Pengabdian
Bagi banyak murid dan rekan sejawat, nama Sirajudin bukan sekadar guru, melainkan teladan. Beliau menapaki perjalanan pendidikan sejak kecil dengan penuh perjuangan. Lulus dari SDN Ampukung (1982), SMP PGRI Kelua (1985), SGO Negeri Banjarmasin (1988), lalu melanjutkan ke jenjang D-II PGSD Universitas Terbuka (1998), hingga meraih S1 Pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (2011).
Hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk mendidik anak bangsa. Dari SDN 003 Tarakan (1992–2014), SDN 032 Tarakan (2014–2018), SDN 050 Tarakan (2018–2021), SDN 033 Tarakan (2021–2023), hingga terakhir di SDN Utama 2 Tarakan (2023–2025), beliau selalu meninggalkan jejak kebaikan.
Atas dedikasinya, beliau mendapat Satyalancana Karya Satya 10 tahun (2004) dan 20 tahun (2015) dari Presiden RI. Namun, lebih dari sekadar penghargaan, keikhlasan dan ketulusan Sirajudin dalam mendidik adalah warisan terbesar yang ia tinggalkan.
Penghormatan Terakhir
Riwayat hidup almarhum dibacakan oleh Rusmono, S.E Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan. Sementara Pemerintah Kota Tarakan, melalui Wakil Wali Kota Ibnu Saud Is, S.Pd turut hadir memberikan penghormatan sekaligus melepas kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir.
Prosesi pemakaman berlangsung pada Rabu, 10 September 2025 pukul 10.00 WITA di Pemakaman Umum Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, dengan penuh khidmat dan linangan air mata.
Sosok yang Hangat dan Rendah Hati
Bagi rekan-rekan sejawat, Sirajudin adalah pribadi yang selalu ringan tangan.
“Beliau orang yang ramah, baik, dan lembut. Kalau kita minta tolong, beliau selalu siap membantu, bahkan meski tengah malam,” ujar Ramlan, S.Pd, sahabat dekat almarhum di SDN 050 Tarakan.
Kenangan tentang sosoknya yang sabar dan penuh kasih sayang akan selalu hidup di hati keluarga, murid, dan rekan kerja.
Doa dan Harapan
Kepergian Sirajudin menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan Tarakan. Namun, dedikasi dan jasa-jasanya akan terus menjadi cahaya penerang bagi generasi berikutnya.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di surga-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.
“Guru yang baik mengajarkan dari hati, bukan hanya dari buku. Itulah warisan Bapak Sirajudin bagi kita semua.”

(ss/in)




