Irma Haflianty Ajak Warga Sigi Dukung SE2026: Data Adalah Nafas Pembangunan

INTERKINI.CO, PALU — Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi NasDem, Irma Haflianty Yangka, S.T., mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi (SE2026)
.Menurut Irma, kegiatan yang digelar oleh Komisi X DPR RI bersama mitra kerjanya Badan Pusat Statistik (BPS) ini bukan sekadar rutinitas pengumpulan data, tetapi investasi besar bangsa untuk masa depan ekonomi Indonesia.
Ajakan itu disampaikan Irma saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Peningkatan Literasi Statistik Masyarakat Sulawesi Tengah, oleh Komisi X DPR RI Nilam Sari Lawira, di Palu, Selasa (21/10/2025).
Irma mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan jantung perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Melalui data yang dihimpun, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi dari pelaku usaha mikro di pelosok desa hingga industri besar di kota.
“Data bukan sekadar angka, tetapi potret kehidupan masyarakat. Dari sanalah kita memahami apa yang perlu dibenahi, dikembangkan, dan dijaga,” ujarnya.
Data yang Jujur, Kebijakan yang Tepat
Irma menekankan bahwa kejujuran masyarakat dalam memberikan data sangat menentukan keberhasilan sensus. Data yang akurat akan menjadi dasar kebijakan ekonomi dan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“Ketika petugas sensus datang ke rumah, sambutlah dengan ramah. Berikan data yang benar dan lengkap. Dari data itulah lahir kebijakan yang lebih tepat sasaran mulai dari bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat Sigi untuk mulai melihat statistik sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, data BPS adalah alat untuk menata pembangunan yang adil, terukur, dan berkelanjutan.
Statistik Jadi Kompas Pembangunan Daerah
Irma menjelaskan, data statistik memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil sensus akan menjadi bahan dasar penyusunan program strategis daerah mulai dari pengembangan UMKM, pemetaan potensi ekonomi lokal, hingga peningkatan daya saing investasi.
“Bagi daerah seperti Sigi, data adalah arah kompas pembangunan. Tanpa data, kita seperti berjalan dalam kabut. Tapi dengan data, kita bisa melangkah dengan pasti,” tutur Irma.
Sensus Ekonomi 2026, lanjutnya, akan membantu pemerintah daerah mengenali potensi unggulan setiap wilayah baik pertanian, perdagangan, pariwisata, maupun ekonomi kreatif sehingga kebijakan pembangunan lebih fokus dan berdampak nyata.
Investasi Data untuk Masa Depan Indonesia
Menurut Irma, Sensus Ekonomi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik pemerintah atau BPS. Ia menyebut setiap data yang dikumpulkan adalah “modal intelektual bangsa” yang sangat berharga.
“Sensus Ekonomi 2026 adalah investasi data untuk masa depan Indonesia. Semakin baik datanya, semakin cerdas keputusan yang bisa diambil pemerintah,” katanya.
Irma juga mengapresiasi langkah Komisi X DPR RI bersama BPS dalam meningkatkan literasi statistik di masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar hingga ke pelosok desa agar warga semakin memahami arti penting berpartisipasi dalam sensus.
Ajakan untuk Masyarakat Sigi
Menutup ucapannya, Irma kembali menyerukan agar masyarakat Kabupaten Sigi turut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Ia optimistis, dengan kesadaran bersama dan dukungan warga, Sigi bisa menjadi contoh daerah yang tanggap data dan berbasis kebijakan berbukti.
“Mari jadikan data sebagai budaya. Dari data yang benar, lahir keputusan yang adil, pembangunan yang berkelanjutan, dan kesejahteraan untuk semua,” ujarnya penuh semangat.
(a6)
Baca Juga : Air Mata, Doa Ibu, dan Perjuangan Irma Haflianty di Politik Sigi




