Bupati: Pariwisata Budaya dan Pertanian Jadi Andalan Sigi Maju
SIGI, INTERKINI.CO –Pembukaan Festival Danau Lindu ke-4 pada Jumat malam (18/7/2025) menjadi momen penting bagi Bupati Sigi dalam menyampaikan visi pembangunan daerah ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa sektor pariwisata dan pertanian menjadi fondasi utama pembangunan daerah ke depan.
“Festival malam ini adalah bagian dari visi kami bersama Wakil Bupati, yaitu mewujudkan Sigi maju berbasis pertanian dan pariwisata,” ujar Bupati di hadapan Gubernur Sulteng, pejabat pusat, serta masyarakat Lindu.
Bupati menekankan bahwa Festival Danau Lindu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menarik perhatian pemerintah provinsi hingga pusat. Ia berharap Lindu dapat dijadikan destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah yang memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya.
“Saya ingin industri pariwisata tidak hanya bertumpu pada pemandangan, tetapi juga pada budaya. Ini potensi kuat untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan optimisme terhadap kontribusi pariwisata Lindu sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan wisata yang aman, tertib, dan ramah.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam pembukaan festival juga disebut sebagai angin segar bagi Sigi. “Ini baru pertama kalinya Gubernur hadir langsung di pembukaan Festival Danau Lindu. Kami sangat termotivasi,” ucapnya.
Dalam kunjungan di Pasar Tolindu sebelumnya, Gubernur sempat menyarankan penataan pinggiran Danau Lindu untuk meningkatkan daya tarik wisata. Bupati menyambut usulan itu sebagai bentuk sinergi lintas pemerintah.
Di sektor pertanian, Bupati menyampaikan dukungan pemerintah pusat berupa program cetak sawah di Lindu seluas hampir 2.000 hektar. Ia mengusulkan agar seluruh pertanian di wilayah itu diarahkan menggunakan pupuk organik demi menjaga ekosistem Danau Lindu.
“Yang kami cari adalah emas hijau, bukan emas kuning. Kita dorong Lindu jadi kawasan pertanian organik,” tegasnya.
Dalam rangka pengembangan wisata, Bupati juga menggagas model ekonomi berbasis masyarakat melalui homestay. Warga didorong menyediakan kamar tambahan untuk pengunjung, menggantikan kebutuhan hotel berbintang.
Ia pun mengusulkan promosi bersama antara pemerintah daerah, dinas pariwisata, dan maskapai penerbangan untuk mengenalkan potensi Sigi—termasuk Danau Lindu, bawang goreng, kopi, kakao, dan beras organik.
“Kalau promosi terintegrasi, Lindu dan seluruh Sigi bisa jadi wajah pariwisata Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Penulis : Mohamad Gasalele
Editor: Tim Redaksi Interkini.co




