DaerahLintas SultengSigi Raya

PKB Sigi Dorong Literasi Politik Masyarakat Lewat Kaderisasi Berjenjang

Sekretaris DPC PKB Sigi, Taufik, menilai pengkaderan politik menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami arah politik dan nilai partai secara substantif.

INTERKINI.CO, SIGI — Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sigi, Taufik, menyebut pelatihan Kader Perubahan yang digelar di Kafe Raisa, Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Sabtu (23/1/2026), berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari peserta.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan pesertanya melebihi target. Dari rencana 70 peserta, yang hadir mencapai 80 orang,” kata Taufik seusai kegiatan penutupan.

Menurutnya, kegiatan kaderisasi tersebut merupakan bagian dari upaya partai dalam memperkuat pemahaman politik masyarakat, terutama generasi muda. Taufik menjelaskan, PKB memiliki dua model pengkaderan: Sekolah Kader Perubahan dan Sekolah Kader Loyalis.

“Program Kader Perubahan dilaksanakan oleh anggota legislatif, sedangkan Kader Loyalis menjadi tanggung jawab DPC PKB Sigi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua model pengkaderan itu akan dijalankan secara berkesinambungan.

“Instruksi dari DPP PKB cukup jelas, pengkaderan di tingkat DPC dilaksanakan hingga tiga kali dalam setahun, sementara para anggota legislatif wajib melaksanakan kegiatan serupa dua kali,” ujarnya.

Dengan demikian, total akan ada lima kali kegiatan pengkaderan yang berlangsung di Kabupaten Sigi sepanjang tahun ini. Menurut Taufik, intensitas kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memperkuat struktur partai, tetapi juga memberi ruang pembelajaran politik yang terbuka bagi masyarakat.

“Harapannya, masyarakat khususnya generasi muda memahami politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan sarana memperjuangkan kepentingan publik dengan cara yang konstitusional,” ucapnya.

Taufik menegaskan, PKB berkomitmen menjadikan pendidikan politik sebagai bagian dari pengabdian sosial. “Kami ingin memberikan pemahaman apa itu politik, apa itu partai, dan bagaimana masyarakat bisa terlibat secara cerdas dan bermartabat,” tuturnya.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.