BerandaDaerahLintas SultengParigi Moutong

Kebijakan Rumah Produktif: Model Baru Ekonomi Lokal Sulawesi Tengah

INTERKINI.CO, PARIGI MOUTONG — Gagasan Satu Rumah Satu Pengusaha yang diusung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong mencerminkan perubahan paradigma dalam membangun ekonomi daerah.

Pendekatan ini menempatkan rumah tangga sebagai unit ekonomi produktif, bukan semata penerima kebijakan atau konsumen.

Kebijakan seperti ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah yang kini berfokus pada resiliensi daerah dan kemandirian masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menekankan pentingnya menumbuhkan usaha produktif di tingkat keluarga sebagai dasar ketahanan ekonomi lokal.

“Kemandirian ekonomi dimulai dari rumah-rumah kecil yang berani menciptakan peluang,” ujarnya dalam pelantikan pengurus Kadin Parigi Moutong, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga : Gubernur Anwar Hafid Dorong Kemandirian Ekonomi Parigi Moutong Berbasis Komoditas Lokal

Konsep rumah produktif memberi penekanan pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi usaha kecil.

Melalui program 10.000 wirausahawan baru dan pembinaan UMKM berbasis data, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya membuka ruang agar setiap keluarga memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Di Parigi Moutong, gagasan tersebut juga terkait erat dengan pengembangan komoditas lokal seperti durian dan kelapa.

Hilirisasi dua komoditas unggulan ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di tingkat desa, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat rantai ekonomi daerah.

Pendekatan ekonomi berbasis rumah tangga ini memberikan dua manfaat sekaligus: memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan membangun kesadaran produktif di tingkat keluarga.

Dengan populasi sekitar 457 ribu jiwa, gerakan ini berpotensi memperkuat struktur ekonomi lokal sekaligus menekan ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Gagasan rumah produktif dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan kebijakan ekonomi yang lebih partisipatif dan berkeadilan.

Kuncinya ada pada keberlanjutan pembinaan, dukungan infrastruktur, dan akses permodalan agar setiap keluarga benar-benar mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.