75 Persen Naik, Malaria Jadi Ancaman Serius di Parigi Moutong
INTERKINI.CO, PALU – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tengah menghadapi lonjakan kasus malaria yang signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus meningkat hingga 75 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kondisi ini mengejutkan karena pada 2024 Parigi Moutong sempat berstatus Eliminasi Malaria. Namun, awal 2025 menunjukkan tren sebaliknya, dengan kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Moutong, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, mencapai 126 kasus.
Perwakilan Direktorat Penyakit Menular Kemenkes RI, Ze Eza Yulia Pearlovie, menjelaskan bahwa salah satu pemicu tingginya kasus adalah lahan bekas pertambangan. “Genangan air di lokasi tersebut menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab malaria,” ungkap Eza dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.
Eza menekankan perlunya deteksi dini dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) agar rantai penularan bisa diputus sejak awal. Ia juga meminta pemerintah daerah dan lintas sektor untuk turun tangan bersama-sama.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah merespons dengan menyiapkan langkah pencegahan. Wakil Gubernur Reny Lamadjido memastikan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, puskesmas, dan pihak terkait. “Upaya pengendalian harus segera dilakukan agar lonjakan kasus tidak meluas ke daerah lain,” tegasnya.
Selain tindakan medis, sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya malaria juga akan digencarkan. Pemerintah berharap, kesadaran kolektif dapat mempercepat pengendalian wabah yang kini berstatus darurat tersebut.
(rs/*)




