JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 703 kali gempa susulan terjadi setelah gempa bumi Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG hingga Kamis (18/6/2026), aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak.
Dari total 703 kejadian gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai 5,2, sedangkan magnitudo terkecil berada pada angka 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan masih dirasakan oleh masyarakat.
Gempa utama Magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Aktivitas gempa susulan menjadi perhatian dalam proses penanganan pascabencana, terutama untuk memastikan keselamatan masyarakat yang masih berada di sekitar wilayah terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta BPBD setempat. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Pemantauan aktivitas gempa masih terus dilakukan oleh BMKG bersama instansi terkait untuk memperbarui informasi terkait kondisi kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Kepala BNPB Akan Bertolak ke Sigi, Pastikan Penanganan Darurat Gempa Berjalan Efektif
Pewarta: a6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




