HeadlineLaporan Utama: Lindu

Eceng Gondok dan Predator Ancam Biota Endemik Danau Lindu

SIGI — Rono Lindu (Oryzias sarasinorum), ikan endemik Danau Lindu, kini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan Daftar Merah IUCN. Adapun Rono Maradika (Oryzias bonneorum) berstatus Terancam (Endangered). Pegiat konservasi menyebut invasi ikan predator dan meluasnya eceng gondok menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup biota endemik danau tersebut.

Pegiat konservasi Danau Lindu, Agustino, mengatakan spesies asing seperti lele, mujair, dan lohan menjadi predator sekaligus pesaing bagi ikan endemik yang populasinya memang sudah sangat terbatas.

“Ikan lele, lohan, dan mujair yang masuk ke Danau Lindu menjadi predator sekaligus pesaing bagi ikan endemik yang populasinya memang sudah sangat terbatas,” kata Agustino.

Menurut dia, tekanan terhadap habitat semakin besar sejak eceng gondok berkembang pesat pada 2021–2022. Tumbuhan air itu menutupi permukaan danau, memicu pendangkalan, menutup area berkembang biak, serta mempersempit habitat di tepian danau.

“Jika habitat di tepian terus hilang, maka ruang hidup ikan endemik juga ikut hilang,” ujarnya.

Survei populasi Yayasan Aksi Konservasi Celebica sepanjang 2023–2025 menunjukkan Rono Lindu kini hanya ditemukan di tiga lokasi, yakni Ngangan Kati, Pulau Bola, dan Kapua’a. Populasinya diperkirakan berkisar 800 hingga 1.000 individu di setiap lokasi pengamatan.

Kondisi Rono Maradika lebih memprihatinkan. Selama survei, peneliti hanya menemukan kurang dari 50 individu, seluruhnya di kawasan Air Dingin. Sebaran yang sangat terbatas membuat spesies tersebut rentan terhadap perubahan lingkungan.

Ancaman serupa juga membayangi biota endemik lainnya, seperti Udang Lamale, Kepiting Bungka, dan Kerang Rasa yang bergantung pada kualitas ekosistem Danau Lindu. Pendangkalan, perubahan vegetasi, dan terganggunya keseimbangan ekosistem berpotensi memengaruhi keberlangsungan seluruh rantai kehidupan di danau tersebut.

Baca Juga: Survei Temukan Delapan Spesies Endemik Danau Lindu Bertahan

Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.