Gempa M6,7 Sulteng Rusak 2.215 Rumah, BPBD Masih Lakukan Pendataan
JAKARTA – Gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan sedikitnya 2.215 rumah mengalami kerusakan di empat wilayah terdampak. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penanganan darurat dan pemutakhiran data di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan gempa yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian material yang cukup besar.
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (18/6/2026) pukul 16.25 WIB, sebanyak 1.995 rumah mengalami rusak ringan, 147 rumah rusak sedang, dan 73 rumah rusak berat.
Selain sektor permukiman, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Gempa berdampak pada sarana pendidikan, perkantoran, tempat ibadah, serta bangunan publik lainnya yang tersebar di wilayah terdampak.
BPBD di masing-masing daerah masih melakukan asesmen dan verifikasi data untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan yang diperlukan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama BNPB terus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Sejumlah bantuan logistik juga telah disalurkan guna mendukung kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Gempa bumi Magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6/2026) dan berdampak pada sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan dan penanganan darurat masih berlangsung.
Baca Juga: BMKG Catat 703 Gempa Susulan Pascagempa M6,7 Sulteng
Pewarta: a6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




