Mini Lab Kembangbiakkan Ikan Endemik Danau Lindu Terancam
SIGI — Upaya menyelamatkan ikan endemik Danau Lindu kini dilakukan melalui mini laboratorium di Desa Langko, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi. Fasilitas itu digunakan untuk mengembangbiakkan Rono Lindu (Oryzias sarasinorum) dan Rono Maradika (Oryzias bonneorum) sebelum dilepas kembali ke habitat alaminya.
Penanggung jawab Yayasan Aksi Konservasi Celebica Kecamatan Lindu, Agustino, mengatakan program pembiakan (breeding) menjadi bagian dari upaya mencegah kepunahan dua spesies endemik tersebut.
“Di mini lab kita melakukan breeding untuk memperkembangkan Oryzias sarasinorum dan Oryzias bonneorum agar tidak punah,” kata Agustino.
Menurut dia, sebagian telur Oryzias sarasinorum telah berhasil menetas. Benih yang dihasilkan dipelihara secara terpisah hingga jumlahnya mencukupi untuk dilepasliarkan ke Danau Lindu.
“Kalau sudah banyak, rencana kita akan kembalikan lagi ke habitatnya di Danau Lindu,” ujarnya.
Program konservasi itu, kata Agustino, diawali dengan survei populasi terhadap Oryzias sarasinorum dan Oryzias bonneorum yang dimulai pada 2023. Selain penelitian, yayasan juga mengampanyekan pentingnya menjaga spesies endemik Danau Lindu kepada masyarakat sejak 2017.
Mini laboratorium tersebut dibuka untuk kunjungan masyarakat sebagai sarana edukasi. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengembangbiakan ikan endemik sekaligus mengenal spesies asli penghuni Danau Lindu.
“Semua ini kita lakukan agar masyarakat umum bisa mengetahui penghuni asli Danau Lindu,” kata Agustino.
Baca Juga: Survei Temukan Delapan Spesies Endemik Danau Lindu Bertahan
Baca Juga: Eceng Gondok dan Predator Ancam Biota Endemik Danau Lindu
Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co




