JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., akan bertolak ke Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (19/6/2026) untuk memastikan penanganan darurat pascagempa Magnitudo 6,7 berjalan optimal.
Rencana kedatangan Kepala BNPB ke lokasi terdampak merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan bencana. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan koordinasi lintas instansi berjalan efektif, melihat kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi kebutuhan dasar yang diperlukan di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya pada Kamis (18/6/2026), mengatakan pemerintah pusat terus memperkuat pendampingan kepada pemerintah daerah selama masa tanggap darurat.
Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB yang dipimpin dua pejabat eselon II dari Kedeputian Bidang Penanganan Darurat telah lebih dahulu berada di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan serta membawa dukungan logistik awal.
BNPB telah menyalurkan bantuan awal berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, serta 100 unit kasur lipat.
Selain BNPB, personel TNI dan Polri turut mendukung penanganan di lapangan melalui pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak kejadian gempa dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Baca Juga: (Update) Korban Meninggal Gempa M6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
Pewarta: a6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




