Nelayan Hilang di Perairan Bantaya Parigi Moutong Ditemukan Selamat
INTERKINI.CO, PARIGI MUOTONG – Seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu, 21 Januari 2026. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu resmi dihentikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan operasi SAR hari pertama dimulai sejak pukul 10.05 Wita. Tim Rescue Pos SAR Parigi bersama unsur potensi SAR tiba di lokasi kejadian dan langsung melaksanakan briefing, pengecekan kesiapan alat utama (alut), pembagian tugas, serta penyampaian prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional Basarnas.
“Sekitar pukul 10.35 Wita, saat tim gabungan melaksanakan pencarian, kami menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi selamat,” kata Rizal dalam laporan tertulisnya.
Korban ditemukan pada koordinat 0°35’36.99″S – 120°14’30.67″E atau sekitar satu mil laut dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Desa Bantaya dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan keterangan korban, perahu yang digunakan mengalami kerusakan berupa patahnya as kemudi, sehingga ia tidak dapat kembali ke daratan. Identitas korban diketahui bernama Syamun, laki-laki berusia 36 tahun.
Dengan selesainya proses evakuasi, operasi SAR dinyatakan ditutup pada pukul 11.10 Wita. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Parigi, Pos TNI AL, Polair, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi RIB, rescue car, peralatan SAR perairan, alat komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.
Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin 3–19 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2 meter.




