LPA Santalum Libatkan Banyak Pihak Tanam Pohon di Sungai Paneki
INTERKINI.CO, SIGI – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian lingkungan. Dalam momentum tersebut, Lembaga Pencinta Alam (LPA) Santalum Pombewe menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Paneki, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025).
Aksi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian Sungai Paneki yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Pembina LPA Santalum, Erwin Haruna, menuturkan bahwa Sungai Paneki dahulu dikelilingi pepohonan rindang yang menjaga keseimbangan alam. Kini, meski kondisinya belum banyak tergerus, langkah antisipasi tetap perlu dilakukan melalui penanaman pohon.
“Sungai Paneki mengalirkan air yang bukan hanya untuk pertanian, tapi juga kebutuhan sehari-hari warga seperti mencuci dan mandi. Karena itu, menjaga kelestariannya berarti menjaga kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Meski hulunya berada di Desa Pombewe, manfaat Sungai Paneki juga dirasakan desa-desa tetangga, seperti Loru, Mpanau, Lolu, hingga Petobo. Hal ini menegaskan pentingnya sungai sebagai aset bersama yang harus dijaga lintas desa.
Aksi penanaman pohon ini turut melibatkan banyak pihak, mulai dari perangkat Desa Pombewe, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Biromaru, perwakilan Mapala Muhibbul Bi’ah UIN Datokarama Palu, komunitas KPG Batu Payung, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sekretaris Desa Pombewe, Nais, memberikan apresiasi atas inisiatif LPA Santalum. Menurutnya, aksi nyata di tingkat lokal bisa memberi dampak luas bagi masyarakat.
“Lembaga seperti ini patut diapresiasi, karena apa yang mereka lakukan benar-benar bermanfaat. Sungai Paneki bahkan bisa dikembangkan sebagai objek wisata alam jika dikelola dengan baik, sekaligus menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Dengan aksi sederhana menanam pohon, masyarakat tidak hanya menjaga kelestarian Sungai Paneki, tetapi juga menyiapkan warisan alam bagi generasi mendatang. Momentum Hari Konservasi Alam ini menjadi pengingat bahwa merawat lingkungan adalah investasi jangka panjang demi keberlangsungan hidup bersama.
(hy/a6)




