Ikra Ibrahim Dorong Perbaikan Puskesmas Nokilalaki Masuk Prioritas APBD 2027

INTERKINI.CO, SIGI – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sigi, Ikra Ibrahim, mendorong pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan fasilitas Puskesmas Nokilalaki dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Dorongan tersebut disampaikan setelah Ikra melaksanakan reses di Puskesmas Nokilalaki, Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2026). Dalam kegiatan itu, ia menyerap berbagai aspirasi dari kepala puskesmas, pegawai, dan tenaga medis, serta Kepala Desa Kamarora A.
Ikra yang merupakan anggota DPRD Sigi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, menerima sejumlah keluhan terkait kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Salah satu persoalan utama adalah kerusakan bangunan akibat gempa. Sejumlah fasilitas, termasuk gedung utama, ruang pertemuan, klinik persalinan, dan ruang administrasi, mengalami keretakan hingga kerusakan berat. Akibatnya, sebagian pelayanan harus dilakukan di ruangan sementara dengan kapasitas terbatas.
Selain rehabilitasi bangunan, Ikra juga menerima aspirasi mengenai keterbatasan obat-obatan, peralatan medis, dan fasilitas laboratorium. Pengadaan obat yang belum memenuhi kebutuhan disebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
Dari permintaan obat sebanyak 500 unit, misalnya, hanya sekitar 100 unit yang disebut dapat direalisasikan. Puskesmas juga masih membutuhkan alat persalinan, tensimeter, autoklaf, perangkat sterilisasi, reagen laboratorium, serta peralatan pemeriksaan hematologi.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kerusakan genset utama yang telah digunakan sejak 2018. Sejumlah genset untuk mendukung penyimpanan vaksin juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Menurut Ikra, kebutuhan genset perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keamanan penyimpanan vaksin ketika terjadi pemadaman listrik.
Kebutuhan jaringan internet juga masuk dalam aspirasi yang disampaikan. Koneksi internet yang kerap terputus dinilai menghambat pelayanan berbasis digital, seperti pendaftaran elektronik, proses rujukan, dan pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis.
Ikra mendorong agar seluruh kebutuhan tersebut disusun secara terperinci berdasarkan skala prioritas. Daftar kebutuhan itu selanjutnya dapat diperjuangkan bersama Badan Anggaran DPRD dan Dinas Kesehatan dalam pembahasan APBD 2027.
Ia berharap pembahasan anggaran yang dijadwalkan berlangsung pada 9–30 November 2026 dapat menjadi kesempatan untuk memperjuangkan kebutuhan mendesak Puskesmas Nokilalaki.
Setidaknya, sejumlah kebutuhan yang paling mendesak diharapkan dapat mulai direalisasikan pada awal 2027 melalui Dinas Kesehatan.
Ikra menilai pemenuhan fasilitas kesehatan tersebut penting untuk menunjang pelayanan yang aman dan layak bagi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Nokilalaki dan sekitarnya.
Pewarta : Sy/In
Editor : Redaksi Interkini.co




