Artikel TrendingHeadlineNasional

BNPB Catat Karhutla di Sulsel dan Banjir Bandang di Tanah Datar

INTERKINI.CO, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan serta banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dalam laporan periode 1–2 November 2026.

Banjir bandang di Tanah Datar menyebabkan 15 kepala keluarga (KK) mengungsi. Bencana tersebut juga berdampak pada 15 rumah warga, 15 hektare lahan pertanian, dan 20 kolam ikan.

Berdasarkan laporan BNPB, banjir bandang terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Hujan berintensitas tinggi di kawasan lereng gunung menyebabkan peningkatan debit dan volume air hingga memicu banjir bandang.

Sebanyak 15 KK mengungsi ke Musala Surau Gadang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Selain banjir bandang, BNPB melaporkan empat kejadian karhutla di Sulawesi Selatan. Kebakaran tersebar di Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Sinjai, Kota Parepare, dan Kabupaten Pinrang.

Di Kabupaten Sidenreng Rappang, kebakaran terjadi di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, pada Minggu, 1 November 2026. Api menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.

BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang bersama pemerintah desa, aparatur kecamatan, dan pihak terkait melakukan pendataan serta kaji cepat. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. Tim gabungan masih memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.

Karhutla juga melanda Desa Bontotangnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, pada Minggu sekitar pukul 14.30 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai dua hektare.

Berdasarkan laporan BNPB, kebakaran diduga dipicu kelalaian manusia dan kondisi cuaca panas. Api cepat merambat karena vegetasi berupa rerumputan kering yang mudah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim gabungan bersama BPBD Kabupaten Sinjai berhasil memadamkan api pada hari yang sama.

Sementara itu, kebakaran dengan luas terdampak terbesar terjadi di kawasan Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Karhutla yang terjadi pada Minggu pukul 14.30 WITA tersebut menghanguskan sekitar 60 hektare lahan.

Penyebab kebakaran di kawasan itu masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum. BPBD Kota Parepare berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait untuk mencegah api merambat ke permukiman warga. Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.52 WITA.

Kejadian serupa dilaporkan di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, pada Minggu sekitar pukul 09.40 WITA. Kebakaran menghanguskan satu hektare lahan. Penyebabnya diduga berkaitan dengan unsur kesengajaan atau kelalaian manusia.

BPBD Kabupaten Pinrang melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang, serta masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Dalam laporan perkembangan situasi bencana periode Minggu, 1 November 2026, pukul 07.00 WIB hingga Senin, 2 November 2026, pukul 07.00 WIB, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

BNPB juga meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga saluran drainase agar tetap berfungsi, serta segera melaporkan kejadian bencana maupun titik api kepada BPBD setempat.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi dan imbauan resmi dari BNPB maupun BPBD untuk mengantisipasi potensi bencana di wilayah masing-masing.

Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.