Survei Temukan Delapan Spesies Endemik Danau Lindu Bertahan
SIGI — Survei Yayasan Aksi Konservasi Celebica sepanjang 2023–2025 mencatat delapan spesies endemik masih bertahan di Danau Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tiga di antaranya berstatus terancam punah dan menjadi fokus program pengembangbiakan.
Penanggung jawab Yayasan Aksi Konservasi Celebica Kecamatan Lindu, Agustino, mengatakan delapan spesies tersebut terdiri atas udang Caridina dali, Caridina kaili, Caridina linduensis, kepiting Lindu (Parathelphusa linduensis), ikan rono maradika (Oryzias bonneorum), ikan rono Lindu (Oryzias sarasinorum), kerang Lindu (Corbicula linduensis), dan ikan anasa (Nomorhamphus versicolor).
“Endemik Danau Lindu ada sekitar delapan jenis hewan endemik yang memang hanya ada di Danau Lindu,” kata Agustino.
Menurut dia, spesies yang saat ini berstatus terancam meliputi Caridina linduensis, Oryzias sarasinorum, dan Oryzias bonneorum. Adapun identitas kepiting Lindu masih akan dipastikan melalui kajian lanjutan.
“Harus kita pastikan kembali apakah betul dia Parathelphusa linduensis. Jadi kita harus cek kembali dulu,” ujarnya.
Agustino mengatakan penelitian terhadap Oryzias sarasinorum telah dilakukan sejak 1902 hingga 1904 oleh Fritz Sarasin dan Paul Sarasin. Untuk mendukung pelestarian, Yayasan Aksi Konservasi Celebica membangun mini laboratorium di Desa Langko, Kecamatan Lindu, sebagai lokasi pengembangbiakan Oryzias sarasinorum dan Oryzias bonneorum.
Menurut dia, sebagian telur Oryzias sarasinorum telah menetas dan benihnya dipelihara secara terpisah. Setelah populasinya mencukupi, ikan tersebut akan dilepas kembali ke habitat alaminya di Danau Lindu.
Selain menjaga populasi spesies endemik, upaya konservasi juga menghadapi ancaman dari ikan introduksi. Agustino mengatakan ikan mujair yang masuk ke Danau Lindu pada sekitar 1950-an bukan merupakan spesies asli danau. Keberadaan mujair, lele, nila, dan lohan dinilai menjadi tantangan karena merupakan predator bagi satwa endemik.
“Ikan lohan seharusnya tidak masuk di Danau Lindu. Ikan itu berasal dari luar dan merupakan predator,” katanya.
Meski demikian, Agustino mengatakan seluruh spesies endemik tersebut masih ditemukan di habitat alaminya. Caridina kaili masih dijumpai di sejumlah sungai sekitar Danau Lindu, seperti Dianca, Tomado Dusun Kalora, dan Puro’o. Sementara Caridina linduensis masih ditemukan dalam jumlah relatif baik di kawasan outlet atau muara pembuangan Danau Lindu.
Ia berharap kelestarian delapan spesies endemik Danau Lindu tetap terjaga sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kita berharap spesies penghuni Lindu ini kita jaga kelestariannya supaya ke depan masih dinikmati penerus di Lindu maupun dari luar Lindu,” ujarnya.
Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co




