DPRD Sigi Soroti Kinerja Pariwisata, PAD Tak Kunjung Naik

INTERKINI.CO, SIGI — Anggota DPRD Kabupaten Sigi menyoroti pengelolaan pariwisata daerah yang dinilai belum terencana dengan matang, sementara pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini masih sangat minim. DPRD mendesak pemerintah daerah menyusun kalender tahunan kegiatan wisata, sehingga event pariwisata tidak dibuat dadakan dan potensi ekonomi dari kunjungan wisatawan luar daerah bisa dimaksimalkan.
Anggota Komisi II DPRD Sigi dari PKS, Abdul Rifai Arif, S.Pt, menegaskan, pariwisata merupakan sektor unggulan yang bisa menjadi sumber PAD signifikan, namun selama ini banyak kegiatan dibuat mendadak tanpa perencanaan jelas. “Kalau event dibuat dua minggu sebelum acara, manfaat ekonomi bagi masyarakat sangat terbatas. Harus ada rencana Januari hingga Desember, dengan target wisatawan dan event yang terukur,” katanya dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi.
Rifai mencontohkan daerah lain yang berhasil menarik ribuan wisatawan melalui event tahunan terstruktur, sehingga PAD meningkat pesat. Saat ini, PAD dari sektor pariwisata Sigi tercatat baru sekitar Rp200 juta. DPRD menekankan, dengan perencanaan matang, promosi kreatif, dan event berskala nasional, PAD bisa meningkat berkali-kali lipat, sekaligus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi lokal.
Menanggapi kritik DPRD, Kepala Dinas Pariwisata Sigi, Jufrin, mengatakan akan segera menyusun kalender tahunan kegiatan wisata dan meningkatkan promosi melalui kelompok sadar wisata, karang taruna, dan konten digital. Tahun lalu, pengelolaan tiga objek wisata yang dibantu tenaga P3K meningkatkan pendapatan signifikan dalam tiga bulan terakhir, dengan jumlah kunjungan wisatawan lokal tercatat sekitar 4.000 orang.
Rifai menekankan, perencanaan dan promosi bukan sekadar formalitas, tapi strategi penting untuk menjadikan Sigi tujuan wisata yang menarik bagi pengunjung dari luar daerah. “Kalau ini ditata dengan baik, bukan hanya wisatawan lokal yang datang, tapi juga nasional. PAD dari pariwisata bisa menjadi sumber kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
(a6)




