BerandaDaerahLintas Kaltara

Bupati Bulungan: Pendidikan Karakter Harus Jadi Perhatian Utama

INTERKINI.CO, BULUNGAN – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Kabupaten Bulungan menggelar workshop pembelajaran mendalam bertema “Mengajar dengan Hati, Merangkul Semua Potensi”. Kegiatan ini berlangsung sehari penuh di Aula Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (27/9).

Workshop diikuti oleh para guru PAI se-Kalimantan Utara sebagai upaya memperkuat peran pendidikan agama dan karakter di sekolah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan, H. M. Ramli, S.Ag., M.AP, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan karakter yang harus ditanamkan di sekolah. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter dapat bersinergi melalui dua kementerian, yakni Kemenag dan Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., yang secara resmi membuka kegiatan, menekankan bahwa kurikulum hanyalah kerangka dasar, sedangkan kondisi setiap murid tentu berbeda-beda. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar pendidikan karakter benar-benar terwujud.

“Belakangan ini banyak kita lihat perilaku negatif yang dilakukan anak-anak, seperti penjarahan, perundungan, perkawinan di bawah umur, hingga penyalahgunaan narkoba. Ini adalah contoh krisis karakter yang tidak boleh dibiarkan. Pendidikan akhlak dan karakter harus menjadi perhatian utama,” ujar Bupati.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun tantangan besar dihadapi, anak-anak tetap harus mengikuti pendidikan. “Guru agama Islam memiliki tanggung jawab besar. Dua jam pelajaran PAI di sekolah harus dikawal dan dimaksimalkan, namun yang lebih penting adalah pengawalan pendidikan karakter di luar sekolah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyematan simbolis Bunda PAI kepada Ibu Bupati Bulungan, Sri Nur Handayani, sebagai figur penggerak pendidikan agama dan akhlak di daerah.

Workshop ini menghadirkan narasumber Ahmad Hasim, S.Ag., M.Pd., dan Wahyu Eko Handayani, S.Pd., M.Pd., yang membawakan materi seputar penguatan kompetensi guru PAI dalam membangun karakter peserta didik.

Ketua Panitia, Salasaturrosyidin, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh peserta. Ia berharap hasil workshop ini dapat diaplikasikan secara nyata di sekolah-sekolah sehingga guru PAI mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak.

(ss/in)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.