Perpisahan Kelas VI SDN 050 Tarakan Tegaskan Transisi Siswa
TARAKAN — Perpisahan peserta didik kelas VI SD Negeri 050 Tarakan tahun ajaran 2025–2026 digelar di depan Gedung Kesenian SD 050, Rabu (10/2026) pukul 08.00 WITA hingga selesai. Agenda ini menandai berakhirnya fase pendidikan dasar enam tahun sekaligus peralihan siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Sejak pagi, kegiatan berlangsung dalam format formal yang dihadiri orang tua murid, komite sekolah, jajaran sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan melalui Kabid Dikdas, Camat Tarakan Utara, dan unsur Polsek Tarakan Utara. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa pendidikan dasar berada dalam ruang kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan institusi publik.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa oleh Salim, S.Pd.I. Dua rangkaian awal ini menjadi penanda ritus formal pendidikan: nasionalisme dan spiritualitas yang ditempatkan sebagai fondasi pembentukan karakter siswa.
Tema yang diusung, “Taburlah Asa, Teruslah Belajar dan Berkarya, Raihlah Prestasi di Masa Depan,” tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga penegasan arah pembinaan peserta didik setelah meninggalkan bangku sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Budi Utomo, S.Pd menyebut perpisahan sebagai momentum transisi, bukan akhir perjalanan pendidikan.
“Hari ini merupakan hari yang istimewa. Setelah enam tahun menimba ilmu, belajar, bermain, dan bertumbuh bersama di SD Negeri 050 Tarakan, kini kalian telah menyelesaikan satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan. Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang menuju cita-cita dan masa depan yang lebih baik.”
Pesan itu kemudian dipertegas dengan penekanan pada disiplin belajar, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kewajiban menjaga nama baik almamater.
“Jadilah generasi yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.”
Di hadapan orang tua murid, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan selama enam tahun proses pendidikan. Hubungan keluarga dan sekolah disebut sebagai faktor penentu dalam keberhasilan pembentukan karakter dan capaian belajar siswa. Pada saat yang sama, sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan kekurangan selama proses pelayanan pendidikan.
Apresiasi serupa diberikan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjalankan fungsi pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan. Peran mereka diposisikan sebagai elemen kunci dalam menjaga kesinambungan proses pendidikan dasar.
Rangkaian acara ditutup dengan pesan harapan agar lulusan kelas VI mampu melanjutkan pendidikan dengan baik, tetap menjaga nilai yang telah ditanamkan, serta tumbuh sebagai generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki kontribusi sosial di lingkungan masing-masing. Perpisahan ini sekaligus menjadi penanda bahwa ruang kelas telah selesai, tetapi proses pendidikan baru saja dimulai.
Penulis: SS/IN
Editor: Redaksi Interkini.co







