Sampah di Ruas Kota Pulu–Beka Jadi Sorotan, Ancaman Kesehatan dan Wajah Buram Pengelolaan Lingkungan Sigi

INTERKINI.CO, SIGI – Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di ruas jalan penghubung Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, dan Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Lokasinya berada tidak jauh dari jembatan penyeberangan, sebuah akses vital yang setiap hari dilalui warga dan kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sampah berupa plastik, kantong belanja, sisa rumah tangga, hingga limbah anorganik dibuang secara terbuka di pinggir jalan. Kondisi tersebut menciptakan pemandangan kumuh dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama karena jaraknya yang sangat dekat dengan badan jalan.
Masalah sampah di ruas penghubung antarwilayah ini bukan sekadar soal estetika. Tumpukan limbah berisiko menimbulkan dampak kesehatan, seperti bau tak sedap dan potensi berkembangnya vektor penyakit. Saat hujan, sampah juga berpeluang terbawa aliran air yang dapat memicu genangan, menyumbat saluran, bahkan menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitarnya.
Jalan penghubung Desa Kota Pulu–Beka merupakan jalur strategis bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga. Keberadaan sampah di titik tersebut mencerminkan bahwa pengelolaan lingkungan belum sepenuhnya terintegrasi dengan perencanaan ruang publik. Padahal, kebersihan dan keamanan akses antarwilayah menjadi bagian penting dari kualitas hidup serta keselamatan masyarakat.
Penanganan persoalan ini membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga perlu diperkuat, seiring dengan penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai. Pengawasan dan penegakan aturan juga penting, namun perlu dilakukan secara persuasif dan edukatif agar mampu menumbuhkan kesadaran kolektif, bukan sekadar memberikan sanksi.
Di sisi lain, perilaku membuang sampah sembarangan masih kerap terjadi, terutama di lokasi-lokasi yang jauh dari pengawasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengelolaan sampah oleh pemangku kebijakan.
Sorotan ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa perubahan perilaku dan tata kelola yang konsisten, tumpukan sampah di jalur penghubung desa akan terus menjadi alarm lingkungan yang diabaikan hingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
(a6)





1 Komentar