HikmahKajian & Ceramah

SAKIT yang BERNILAI

INTERKINI.CO- Salah satu bentuk akhlak seorang mukmin kepada Tuhannya adalah senantiasa berhusnuzzan berprasangka baik kepada Allah SWT. Sebab, Allah adalah Al-Barru Ar-Rahiim, Maha Baik dan Maha Penyayang. Apa pun musibah yang menimpa seorang mukmin, sejatinya selalu ada kebaikan di baliknya.

Bagi sebagian orang, sakit adalah musibah. Namun sesungguhnya, sakit adalah salah satu cara Allah mendekatkan hamba-Nya kepada-Nya. Saat sakit, seorang hamba merasa lemah, butuh pertolongan, dan akhirnya kembali berdoa, bermunajat, serta berkeluh kesah hanya kepada Allah. Inilah yang justru membuat Allah bangga terhadap hamba-Nya yang masih mau mengingat-Nya di kala kesempitan.

Lihatlah Fir‘aun. Ia tidak pernah merasakan sakit, tidak pernah menanggung derita, dan tidak pernah diberi rasa sengsara. Akibatnya, ia merasa sempurna, hingga puncaknya menganggap dirinya sebagai “tuhan yang paling tinggi”. Itulah bentuk kesombongan yang paling parah kesalahan terbesar yang pernah dilakukan manusia.

Maka, ketika Allah memberikan sakit, kegundahan, atau masalah dalam hidup kita, itu bukan tanda Allah membenci. Justru sebaliknya, itulah bentuk kasih sayang-Nya, agar kita rela memanggil Nama-Nya yang Mulia, agar lidah kita tidak kering dari doa, dan agar hati kita tidak jauh dari-Nya.

Sakit yang kita alami bisa menjadi bernilai, jika kita mampu melihatnya sebagai jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Karena itu, jangan pernah berhenti berprasangka baik kepada Allah, apa pun keadaan kita.

Wallahu a‘lam.

Oleh : Asgar Korona, Lc., M.H.

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.