BerandaLintas Sulteng

Torki: Jalan Tak Akan Tuntas Jika Anggaran Dicicil Tiap Tahun

SIGI – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sigi periode 2019–2024, Torki Ibrahim Turra, menilai pembangunan jalan akan sulit diselesaikan secara optimal apabila pembiayaannya dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Menurut Torki, pola penganggaran tahunan sering membuat pekerjaan tidak berkelanjutan karena bergantung pada ketersediaan anggaran pada setiap tahun berjalan.

“Kalau dia berulang-ulang, kadang tahun ini kita anggarkan, tahun depan tidak, nanti tiga tahun kemudian baru ada lagi. Akhirnya pekerjaan itu tidak kelihatan tuntas,” kata Torki.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menanggapi pelaksanaan Program Berani Lancar yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk pembangunan dan rekonstruksi jalan serta jembatan di sejumlah kabupaten.

Menurutnya, proyek infrastruktur dengan panjang ruas yang besar lebih efektif dikerjakan melalui kontrak tahun jamak atau multi years, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan hingga selesai.

Torki menjelaskan, melalui skema tersebut pemerintah cukup melakukan satu kali proses lelang untuk satu paket pekerjaan, kemudian pelaksanaannya berlangsung sesuai masa kontrak yang telah ditetapkan.

“Kalau ruas jalan panjang, sekali dilelang saja. Jangan berulang-ulang. Dengan begitu pekerjaan bisa langsung berjalan sampai selesai,” ujarnya.

Ia mengungkapkan gagasan serupa pernah disampaikannya saat masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Sigi. Saat itu, ia mengusulkan agar pembangunan ruas jalan menuju Tobaku di Kecamatan Kulawi dilakukan melalui mekanisme proyek tahun jamak.

Menurut Torki, pengalokasian anggaran dalam jumlah kecil setiap tahun tidak akan memberikan hasil yang signifikan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kalau dianggarkan misalnya Rp100 juta atau Rp50 juta setahun untuk pekerjaan besar, tidak ada gunanya. Itu hanya membuang waktu dan anggaran,” katanya.

Karena itu, ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menerapkan skema multi years dalam Program Berani Lancar merupakan pilihan yang tepat untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur.

Meski demikian, Torki mengingatkan bahwa pelaksanaan proyek tahun jamak tetap harus disertai perencanaan keuangan yang matang agar seluruh kewajiban pembayaran dapat dipenuhi sesuai jadwal.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sigi mempertimbangkan penerapan pola serupa untuk proyek-proyek strategis daerah yang membutuhkan pembiayaan lebih besar dan waktu pengerjaan lebih panjang.

“Yang penting kemampuan keuangan daerah dihitung dengan baik sehingga pembangunan bisa berjalan dan kewajiban pembayaran tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga| Torki: Berani Berutang untuk Jalan, Kenapa Tidak?

Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.