Banjir Morowali Utara Rendam 168 Rumah, 504 Warga Terdampak
MOROWALI UTARA – Banjir yang dipicu hujan deras di hulu Sungai Siombo dan Sungai Parigi merendam permukiman di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 203 kepala keluarga atau 504 jiwa terdampak, sementara 168 rumah ikut terendam.
Peristiwa itu terjadi setelah hujan mengguyur kawasan hulu sejak Jumat, 24 Juli 2026, sehingga debit kedua sungai meningkat dan meluap ke wilayah permukiman, termasuk Desa Kalombang, Kecamatan Bungku Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir menjadi salah satu bencana yang tercatat dalam laporan harian BNPB untuk periode 26–27 Juli 2026.
BPBD Kabupaten Morowali Utara segera melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir serta mendata warga terdampak.
Berdasarkan laporan BNPB hingga Minggu, 26 Juli 2026, genangan air telah surut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat di wilayah hulu.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan menyebabkan debit sungai terus meningkat.
BMKG sebelumnya memprakirakan Sulawesi Tengah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 27–29 Juli 2026, sehingga masyarakat diminta terus mengikuti informasi cuaca dan arahan pemerintah setempat.
Editor: Redaksi Interkini.co




