Herman Baco Dorong PLBN Sebatik Segera Dioperasikan
NUNUKAN — Tokoh masyarakat Pulau Sebatik, H. Herman Baco, mendorong pemerintah pusat segera mengoperasikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik. Menurut dia, fasilitas tersebut penting bagi masyarakat karena akses menuju Nunukan untuk ke luar negeri membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam.
Herman menyampaikan harapan itu saat ditemui Interkini di kantornya, Selasa, 8 September 2026. Ia juga berharap Pulau Sebatik ke depan dapat menjadi kota madya atau memperoleh otonomi khusus dengan alasan pelayanan publik dan pertahanan.
“Harapan kedepannya untuk Pulau Sebatik, bagaimana Sebatik ini bisa menjadi kota madya,” kata Herman.
Menurut Herman, pemekaran daerah saat ini sulit dilakukan karena adanya penutupan moratorium oleh pemerintah pusat. Meski demikian, ia tetap berharap status tersebut dapat terwujud.
Ia mengatakan Pulau Sebatik berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Karena itu, menurut dia, penguatan status dan pelayanan di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian.
Herman juga mengusulkan penyatuan Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan melalui pembangunan jembatan seperti Jembatan Suramadu sebagai salah satu solusi konektivitas.
Persoalan lain yang disoroti Herman adalah belum beroperasinya PLBN Sebatik. Ia berharap pemerintah pusat segera mengoperasikan fasilitas tersebut yang disebutnya sebagai salah satu ikon Kalimantan Utara.
“Harapan kita itu secepatnya pemerintah pusat, PLBN bisa dioperasikan. Aset yang begitu megah di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Herman membandingkan waktu perjalanan masyarakat Sebatik menuju Nunukan dengan akses dari Sebatik menuju negara tetangga. Menurut dia, perjalanan ke Nunukan dapat memakan waktu sekitar 4–5 jam, sedangkan menuju Sebatik dari kawasan seberang dapat ditempuh sekitar 20 menit.
Selain infrastruktur, Herman menyoroti persoalan listrik dan air bersih yang masih menjadi kendala masyarakat Pulau Sebatik. Ia berharap pemerintah daerah meningkatkan pelayanan PLN dan PDAM, terutama di wilayah terpencil.
Ia juga meminta pembangunan di kawasan perbatasan terus dilanjutkan agar masyarakat dapat menikmati pelayanan dan infrastruktur yang lebih baik.
“Kita mohon kepada bapak presiden yang sekarang bisa melanjutkan pembangunan, yang namanya pembangunan dari pinggiran,” kata Herman.
Herman juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan Pulau Sebatik. Ia berharap pemuda mendapat ruang untuk berkembang dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Makanya kita selalu menggaungkan jangan sampai generasi muda kita itu teracuni dengan narkoba. Kalau sudah teracuni dengan narkoba negara ini kedepannya mau jadi apa?” ujarnya.
Herman menilai pembangunan di Pulau Sebatik perlu terus didorong agar kondisi kawasan tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Penulis: Tim/in
Editor: Redaksi Interkini.co




