LifestyleTraveling

Kepakan Sunyi Julang Sulawesi di Langit Lore Lindu

INTERKINI.CO – Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah menjadi salah satu bentang alam paling khas di kawasan Wallacea. Hamparan hutan tropis yang lembap, diselimuti kabut pagi dan suara serangga, menciptakan lanskap alami yang masih terjaga. Di antara rimbunan pepohonan tinggi, terdengar kepakan sayap besar yang memecah udara. Suara itu milik Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), burung endemik yang menjadi ikon hutan Sulawesi.

Secara ilmiah, Julang Sulawesi termasuk dalam keluarga Bucerotidae, kelompok burung rangkong yang dikenal memiliki paruh besar dengan tonjolan di bagian atas kepala. Jantan berleher kekuningan dengan tonjolan kemerahan, sementara betina cenderung berwarna gelap. Ukurannya dapat mencapai hampir satu meter, menjadikannya salah satu burung terbesar di hutan Sulawesi.

Habitat utama Julang Sulawesi berada di hutan dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian antara 200 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Di kawasan Lore Lindu, burung ini kerap terlihat melintas di antara tajuk pohon besar. Lingkungan yang kaya akan pohon beringin (Ficus) menjadi sumber pakan utama bagi satwa ini.

Julang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hutan. Melalui kebiasaan makannya, burung ini membantu penyebaran biji dari berbagai jenis pohon buah hutan. Perilaku alami tersebut menjadikan julang sebagai bagian penting dari proses regenerasi ekosistem tropis Sulawesi.

Keindahan Lore Lindu tidak hanya terletak pada pemandangan alamnya, tetapi juga pada kehidupan liar yang bersemayam di dalamnya. Julang Sulawesi, dengan kepakan sayapnya yang gagah di antara pepohonan tropis, menjadi simbol ketenangan hutan sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.

(a6/in)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.