Hikmah

FOMO dalam Pandangan Islam

INTERKINI.CO, JAKARTA – Fenomena Fear of Missing Out atau lebih dikenal sebagai FOMO menjadi bagian dari dinamika sosial modern yang semakin kuat, terutama di era digital dan media sosial.

FOMO menggambarkan rasa cemas berlebihan karena takut tertinggal dari tren, informasi, atau pengalaman yang orang lain rasakan. Dalam pandangan Islam, kondisi ini perlu ditinjau secara kritis agar tidak menggerus ketenangan jiwa dan fokus hidup seorang Muslim.

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup dengan penuh ketenangan (sakīnah), tidak tergesa-gesa, dan tidak mengukur kebahagiaan dari apa yang dimiliki orang lain. FOMO sering kali memicu sifat konsumtif, pamer (riya’), bahkan iri hati (hasad), yang semuanya dilarang dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain…”
(QS. An-Nisa: 32)

FOMO juga dapat memalingkan seseorang dari fokus utamanya dalam beribadah dan memperbaiki diri. Sering kali, seseorang merasa harus selalu hadir dalam setiap kegiatan, mengikuti semua kabar, atau memiliki barang terbaru, hingga lupa bahwa rezeki, pengalaman, dan waktu setiap orang sudah ditakar sesuai hikmah-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam hal dunia), dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.”
(HR. Muslim)

Dalam Islam, solusi dari FOMO adalah memperkuat syukur, memperdalam keikhlasan, dan menumbuhkan zuhud, yaitu tidak terpaut hati pada dunia meski memilikinya. Seorang Muslim dianjurkan untuk mengukur kebahagiaan bukan dari sorotan orang lain, tetapi dari sejauh mana ia taat kepada Allah dan merasa cukup dengan karunia-Nya.

Media sosial dan dunia digital memang membawa kemudahan, tapi juga bisa menjadi ladang ujian jika tidak digunakan secara bijak. Maka, penting untuk menjaga hati agar tidak silau oleh gemerlap yang tampak, dan senantiasa menyadari bahwa yang paling penting bukan tampil, tapi bermakna.

 

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.