Unusa Luncurkan OPOSI, Targetkan Setiap Dosen Publikasi Jurnal Scopus
SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan program One Person One Scopus International (OPOSI) sebagai strategi memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan publikasi ilmiah dosen di jurnal internasional bereputasi. Program itu diperkenalkan bertepatan dengan Dies Natalis ke-13 Unusa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas daya jangkau hasil penelitian sivitas akademika ke tingkat global melalui publikasi yang terindeks Scopus, basis data ilmiah yang menjadi salah satu tolok ukur reputasi akademik internasional.
Peluncuran OPOSI dimulai pada Senin, 27 Juli 2026, melalui Klinik Artikel Ilmiah yang melibatkan dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan serta Fakultas Kedokteran. Unusa menghadirkan akademisi Universitas Airlangga, Prof. Ferry Efendi, Ph.D., yang masuk daftar Top 2% Scientists dunia, sebagai pendamping penulisan artikel ilmiah.
Direktur Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRIPM) Unusa, Mustofa, Ph.D., mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem riset di lingkungan kampus. Menurut dia, publikasi pada jurnal internasional tidak hanya meningkatkan reputasi perguruan tinggi, tetapi juga memperluas pemanfaatan hasil penelitian oleh komunitas ilmiah global.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen Unusa untuk terus meningkatkan daya saing dan eksistensi di tingkat global,” kata Mustofa.
Pelaksanaan Klinik Artikel Ilmiah OPOSI dijadwalkan berlangsung bertahap di seluruh fakultas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi agenda berikutnya pada 31 Juli dengan menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si.
Selanjutnya, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital akan menggelar kegiatan serupa pada 6 Agustus bersama Prof. Iman Harymawan, S.E., MBA., Ph.D., yang juga masuk daftar Top 2% Scientists dunia. Sementara Fakultas Kesehatan dijadwalkan mengikuti program pada 12 Agustus dengan narasumber Prof. Akhmad Sabarudin, M.Sc., Dr.Sc.
Melalui OPOSI, Unusa menargetkan peningkatan kualitas sekaligus jumlah publikasi ilmiah dosen. Program tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui riset yang memiliki daya saing internasional.
Editor: Redaksi Interkini.co




