https://interkini.co/interkini-peduli-gempa-sulteng/
BerandaDaerahHeadlineLintas Sulteng

Hari Ketujuh Pascagempa, 9.283 Warga Sigi Terdampak dan 2.735 Rumah Rusak

SIGI – Memasuki hari ketujuh masa tanggap darurat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi sejak 16 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Sigi kembali merilis perkembangan terbaru terkait dampak bencana, kondisi korban, serta upaya penanganan yang terus dilakukan di wilayah terdampak.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi dan Sekretaris Daerah Nuim Hayat menyampaikan laporan perkembangan penanganan bencana dari Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi, Senin malam (22/6/2026).

Dalam keterangannya, Bupati Rizal menyampaikan bahwa kondisi korban luka akibat gempa terus membaik. Sebanyak 78 korban yang sebelumnya menjalani perawatan akibat luka ringan maupun luka berat telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing.

“Seluruh korban yang sebelumnya menjalani perawatan telah dinyatakan membaik oleh tim medis dan saat ini hanya menjalani pengobatan jalan,” ujar Rizal.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga mengumumkan penutupan proses pendataan dampak gempa yang dilakukan selama sepekan terakhir. Berdasarkan data akhir yang dihimpun hingga Senin malam, jumlah warga terdampak mencapai 9.283 jiwa yang berasal dari 3.191 kepala keluarga (KK).

Sementara itu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan tercatat sebanyak 2.735 unit. Pemerintah menegaskan angka tersebut masih berupa data awal dan belum diklasifikasikan ke dalam kategori rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat karena masih menunggu hasil asesmen teknis.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Data terbaru mencatat tiga unit sekolah, satu kantor pemerintah, enam rumah ibadah, satu puskesmas pembantu (Pustu), dua pasar, tujuh jaringan irigasi, sembilan jaringan perpipaan air bersih, serta dua rumah adat mengalami dampak akibat gempa.

Di sisi lain, aktivitas kegempaan masih terus berlangsung. Hingga Senin malam, jumlah gempa susulan yang tercatat mencapai 1.256 kejadian atau bertambah sekitar 107 kali dibandingkan data sehari sebelumnya.

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama BPBD, BMKG, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Balai Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), TNI, Polri, dan unsur terkait terus melakukan mitigasi terhadap material longsor dan potensi bendungan alami yang terbentuk pascagempa.

Pemerintah juga mulai melakukan pembukaan jalur aliran air di sejumlah titik rawan guna mencegah terjadinya genangan maupun banjir bandang yang berpotensi membahayakan masyarakat apabila terjadi hujan maupun gempa susulan.

“Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus bekerja memastikan setiap potensi ancaman dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini,” tegas Rizal.

Pemerintah Kabupaten Sigi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi teknis terkait selama masa tanggap darurat berlangsung.

Baca Juga: Gempa M4,1 Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7

Pewarta: a6/In
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.