HeadlineNasional

BNPB Laporkan Perkembangan Bencana Nasional per 15 Juni 2026

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah daerah hingga Senin, 15 Juni 2026. Laporan itu mencakup pembaruan penanganan tanah longsor di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, serta dampak angin kencang di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pembaruan penanganan longsor dilakukan di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Longsor yang terjadi pada 16 Mei 2026 menyebabkan satu jembatan rusak berat hingga putus.

Menurut Abdul, BPBD bersama tim gabungan telah memperkuat pondasi jembatan menggunakan bronjong sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur terdampak.

Selain itu, warga Desa Plosogaden mulai memasang jembatan bailey pada Ahad, 14 Juni 2026, untuk memulihkan akses yang sempat terputus akibat longsor. Mobilisasi material jembatan dilakukan personel TNI dari Yonzipur IV/TK bersama masyarakat setempat.

Dalam laporan yang sama, BNPB juga mencatat kejadian angin kencang di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026, sekitar pukul 21.05 WITA saat hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

Hasil kaji cepat sementara menunjukkan bencana tersebut berdampak pada enam desa di lima kecamatan, yakni Desa Padangloang di Kecamatan Dua Pitue; Desa Lancingrang dan Desa Sumpang Mango di Kecamatan Pitu Riawa; Desa Mojong di Kecamatan Watang Sidenreng; Desa Carawali di Kecamatan Watang Pulu; serta Desa Kanyuara di Kecamatan Maritengngae.

Sedikitnya tujuh kepala keluarga atau 29 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Kerusakan yang tercatat meliputi satu unit rumah rusak sedang dan enam unit rumah rusak ringan.

BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat dengan membersihkan puing dan pohon tumbang di lokasi terdampak. Koordinasi antarlembaga juga dilakukan untuk mempercepat proses penanganan.

“Menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin, 15 Juni 2026.

BNPB mengimbau masyarakat melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama serta memahami jalur evakuasi yang aman. Warga juga diminta melakukan langkah mitigasi, seperti memangkas ranting pohon yang berpotensi roboh, membersihkan saluran air, memantau ketinggian muka air di bantaran sungai, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

Penulis: a6
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.