Bendung Alami Nokilalaki Dibuka, BNPB Kurangi Risiko Banjir Pascagempa Sigi
SIGI – Tim gabungan melakukan penanganan terhadap bendung alami yang terbentuk akibat material longsoran pascagempa bumi magnitudo 6,7 di kawasan Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang mengarah ke Sungai Kamarora.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangannya pada Rabu (24/6), menyampaikan bahwa pembukaan bendung alami tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko pascagempa. Tim gabungan membuka material kayu dan bebatuan yang menyumbat aliran sungai menggunakan peralatan pendukung, termasuk jet water.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan air serta meminimalkan potensi ancaman banjir bandang maupun aliran material saat terjadi hujan. Penanganan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., saat meninjau langsung lokasi terdampak pada Jumat (19/6).
Sebelumnya, Kepala BNPB mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi banjir bandang akibat tertahannya aliran air oleh material longsoran pascagempa.
“Masalah potensi banjir bandang itu jangan dilupakan. Kalau kemudian hujan lalu air tertahan oleh material longsoran di atas, kemudian bisa terjadi banjir bandang nanti muncul korban baru,” ujar Suharyanto.
BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap wilayah terdampak gempa Sigi.
Baca Juga: Hari Ke-8 Pascagempa Sigi, BNPB Mulai Pembangunan 50 Huntara Tahap I di Kamarora A
Penulis: A6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




