SDN Banano yang Hanya Punya 35 Siswa Masuk Prioritas Revitalisasi 2026

TOJO UNA-UNA – SD Negeri Banano di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, masuk dalam daftar penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026. Penetapan itu menarik perhatian karena sekolah tersebut bukan termasuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta hanya memiliki 35 siswa.
Program revitalisasi akan difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas, perbaikan perpustakaan, dan pembangunan laboratorium. Pemerintah menempatkan sekolah itu sebagai salah satu penerima bantuan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar di wilayah pedesaan.
Kepala SDN Banano, Husen Karno, mengatakan keputusan tersebut menunjukkan bahwa program pemerataan pendidikan tidak hanya menyasar sekolah di kawasan 3T, tetapi juga sekolah kecil yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas.
“Anak-anak di Banano berhak mendapatkan ruang belajar yang layak seperti siswa di daerah lain. Revitalisasi ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki sarana belajar yang selama ini membutuhkan pembenahan,” kata Husen Karno, Sabtu (15/6/2026).
Saat ini SDN Banano memiliki enam rombongan belajar dengan total 35 siswa dan didukung delapan guru. Meski jumlah peserta didik relatif sedikit, sekolah tersebut tetap menjalankan proses pembelajaran secara penuh untuk seluruh jenjang kelas.
Salah satu fokus revitalisasi adalah rehabilitasi ruang kelas yang dinilai membutuhkan perbaikan agar lebih mendukung kegiatan belajar mengajar. Pembenahan akan mencakup aspek kenyamanan ruang, pencahayaan, ventilasi, serta sarana pendukung lainnya.
Selain ruang kelas, sekolah juga akan merehabilitasi perpustakaan yang selama ini mengalami sejumlah keterbatasan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat penguatan literasi bagi siswa.
Revitalisasi turut mencakup pembangunan laboratorium baru. Selama ini kegiatan praktik pembelajaran dilakukan di dalam ruang kelas karena sekolah belum memiliki fasilitas laboratorium yang memadai.
Menurut Husen, keberadaan laboratorium akan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui praktik dan pengamatan langsung sejak jenjang sekolah dasar.
Data sekolah menunjukkan SDN Banano saat ini didukung anggaran operasional yang bersumber dari BOS pusat dan BOS daerah. Namun dana tersebut lebih banyak digunakan untuk kebutuhan rutin sekolah sehingga peningkatan infrastruktur membutuhkan dukungan program revitalisasi.
Pihak sekolah berharap proses administrasi dan pelaksanaan program dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pembangunan dapat segera dimulai. Sekolah juga menyatakan siap mengawal penggunaan anggaran bersama komite dan wali murid agar pembangunan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Revitalisasi SDN Banano menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tojo Una-Una. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap lingkungan belajar yang lebih layak, termasuk bagi sekolah-sekolah kecil di wilayah pedesaan.
Pewarta: Sf/Ich
Editor: Redaksi Interkini.co




