Ekonomi Wisata Lindu Didorong dari Penataan Koteks dan Kuliner Lokal

INTERKINI.CO, SIGI — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sigi mulai menempatkan sektor ekonomi wisata sebagai tumpuan baru pertumbuhan di kawasan Danau Lindu. Penataan ulang fasilitas koteks di tepian danau menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyebut pengembangan pariwisata tidak lagi semata pada peningkatan kunjungan, tetapi juga harus berdampak langsung terhadap pendapatan warga. Karena itu, penataan kawasan diarahkan agar mampu menciptakan ruang usaha baru, terutama di sektor jasa dan kuliner.
Pemerintah daerah membuka peluang pengembangan kafe dan usaha makanan di sekitar koteks, dengan menekankan penggunaan bahan dan menu lokal. Produk seperti ikan sidat, mujair, hingga olahan tradisional khas Lindu dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik wisata.
Pendekatan ini, menurut pemerintah daerah, penting untuk memastikan bahwa belanja wisatawan tidak hanya berhenti pada kunjungan, tetapi mengalir ke aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah indikator awal mulai terlihat. Pemkab Sigi mencatat adanya peningkatan penyewaan koteks pasca pelaksanaan festival sebelumnya. Dalam beberapa hari terakhir, pemasukan dari sektor ini dilaporkan mencapai sekitar Rp20 juta.
Bagi pemerintah daerah, angka tersebut menjadi sinyal bahwa sektor wisata di Lindu memiliki potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan jika dikelola secara konsisten.
Selain itu, strategi berbasis event seperti Festival Danau Lindu juga dipandang sebagai pemicu utama pergerakan ekonomi. Kegiatan tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap penginapan, makanan, dan jasa lokal lainnya.
Namun, pemerintah daerah menyadari bahwa keberlanjutan ekonomi wisata tidak cukup bergantung pada event musiman. Penataan fasilitas, kenyamanan kawasan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci agar aktivitas ekonomi tetap berjalan di luar momentum festival.
Dalam konteks itu, masyarakat lokal didorong untuk aktif menjaga keamanan dan kualitas layanan, agar kawasan wisata tetap menarik bagi pengunjung dalam jangka panjang.
Dengan kombinasi penataan infrastruktur ringan, penguatan kuliner lokal, dan agenda pariwisata berbasis kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan kawasan Danau Lindu berkembang sebagai pusat ekonomi wisata yang tidak hanya ramai saat festival, tetapi juga hidup secara berkelanjutan.
Pewarta: a6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




