
INTERKINI.CO, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Sigi terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai pusat pendidikan unggulan untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Upaya tersebut diperkuat melalui pertemuan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dengan Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Pertemuan itu dilakukan setelah Bupati menghadiri Rakornas Kepegawaian 2025 dan menjadi tindak lanjut dari Surat Menteri Sosial RI Nomor S-33/MS/PR 04.1/3/2025 yang meminta dukungan seluruh pemerintah daerah dalam pembentukan Sekolah Rakyat. Pemerintah Kabupaten Sigi sebelumnya juga telah bertemu dengan Menteri Sosial RI pada 16 Mei 2025, di mana seluruh persyaratan administratif termasuk sertifikat lahan telah diselesaikan.
Dalam dialog tersebut, Pemkab Sigi memaparkan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai Center of Excellence untuk membangun generasi cerdas dan berkarakter. Program ini menekankan Excellence of Thought dan Excellence of Character sebagai pilar pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Bupati Rizal menyampaikan bahwa Pemkab Sigi telah mengusulkan penyelenggaraan tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, dengan kapasitas total 750 peserta didik yang terbagi dalam 30 rombongan belajar. Pelaksanaan direncanakan dimulai pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan prioritas penerimaan bagi anak miskin, anak putus sekolah, serta mereka yang terdaftar dalam DTKS, P3KE, dan DTSEN.
Sebagai lokasi pembangunan, Pemkab Sigi menyiapkan dua titik lahan di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Setelah melalui desk bersama Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR pada Oktober 2025, disepakati penggunaan lahan seluas 6 hektare sebagai kawasan pembangunan sekolah terpadu. Infrastruktur yang diusulkan meliputi gedung sekolah, asrama, fasilitas pembinaan karakter, sarana belajar, serta fasilitas penunjang lainnya.
Bupati Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi warga yang selama ini terkendala ekonomi.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Sigi yang terhambat memperoleh pendidikan hanya karena faktor ekonomi. Sekolah Rakyat adalah ikhtiar untuk memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Sigi dan menyatakan bahwa proposal tersebut akan menjadi salah satu prioritas pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026. Penilaian ini juga didukung oleh keberadaan Sekolah Rakyat rintisan di Sentra Nipotowe yang telah berjalan dengan dua rombongan belajar.
Dalam perspektif nasional, program Sekolah Rakyat sejalan dengan agenda besar pemerintah melalui Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai strategi utama penanggulangan kemiskinan. Selaras dengan arah kebijakan tersebut, Pemkab Sigi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter bagi seluruh anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Dengan langkah ini, Sigi menempatkan diri sebagai salah satu daerah yang paling siap menjalankan model pendidikan sosial unggulan berbasis pemerataan akses dan pembangunan karakter. Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi Sigi yang lebih cerdas, lebih tangguh, dan lebih berdaya saing.
(in/msb)




