Desa O’o Siap Jalankan Koperasi Merah Putih
INTERKINI.CO, SIGI – Pemerintah Desa O’o, Kecamatan Kulawi, bersama pengelola setempat menyatakan kesiapan untuk menjalankan program Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa. Meski sempat terkendala perubahan mekanisme pendirian kantor dan gerai koperasi, semangat untuk merealisasikan program nasional ini tetap tinggi.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa O’o, Linda, S.MM, menjelaskan bahwa sejak awal pembentukan, pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan operasional koperasi. Namun, kebijakan terbaru mewajibkan agar kantor dan gerai koperasi berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah (Pemda) dengan luas minimal 1.000 meter persegi.
“Sejak awal kami sudah siap bergerak, bahkan semua kebutuhan sudah disiapkan. Tapi karena ada perubahan aturan, sekarang kami perlu menyesuaikan kembali agar sesuai dengan mekanisme baru,” ujar Linda saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Sigi, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, sebelum adanya aturan baru tersebut, lokasi koperasi dapat menggunakan lahan yang disewa atau dipinjamkan sementara. “Untuk mempercepat proses, kami sempat menggunakan rumah saya sendiri sebagai kantor dan gerai koperasi. Namun karena ketentuan kini mewajibkan tanah milik Pemda, kami menunggu tindak lanjut pemerintah daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Linda menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis. “Insya Allah, Koperasi Merah Putih ini secepatnya akan berjalan. Kami terus berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun daerah. Kami siap mendukung dan mensukseskan program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi pedesaan serta mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Melalui koperasi, masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pengelolaan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Para pengelola diharapkan dapat memahami bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi wadah untuk mengembangkan usaha produktif masyarakat, memperkuat jejaring ekonomi antarwarga desa, serta mendorong budaya gotong royong ekonomi.
Dengan semangat tersebut, Desa O’o diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi rakyat yang mandiri melalui Koperasi Merah Putih.
(a6)




