Artikel TrendingBerandaEditorial

Sekolah Bambu dan Tanggung Jawab Negara

INTERKINI.CO – Di ujung pegunungan Marawola Barat, kelas jauh SD Negeri Wugaga berdiri dari bambu dan rumbia. Ia bukan sekadar bangunan darurat, tetapi cermin dari pekerjaan rumah yang belum tuntas dalam pemerataan pendidikan di Kabupaten Sigi.

Fakta bahwa anak-anak belajar di ruang yang jauh dari kata layak bukanlah cerita baru. Namun ketika kondisi itu kembali terungkap, publik pantas bertanya: sejauh mana kehadiran negara benar-benar dirasakan di wilayah terjauh?

Pernyataan sejumlah anggota DPRD Sigi dari berbagai latar belakang politik menunjukkan satu hal penting persoalan kelas jauh SDN Wugaga bukan isu partisan, melainkan masalah bersama. Infrastruktur pendidikan, terlebih di daerah terpencil, tidak boleh bergantung pada siapa yang lebih dulu bersuara, atau siapa yang lebih cepat melapor.

Pendidikan adalah hak dasar. Maka, kualitas ruang belajar tidak seharusnya ditentukan oleh jarak geografis. Ketika sekolah induk telah permanen, sementara kelas jauhnya masih bertahan dengan bambu, ada ketimpangan yang patut dievaluasi secara serius.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pelaksana anggaran, tetapi juga sebagai mata dan telinga negara di lapangan. Menunggu laporan resmi tentu penting dalam tata kelola pemerintahan, namun kepekaan terhadap realitas sosial di wilayah terluar juga tidak kalah mendesak.

Kelas jauh bukan “kelas kedua”. Anak-anak di Wugaga memiliki hak yang sama untuk belajar di ruang yang aman, layak, dan bermartabat. Ketika semangat belajar mereka tetap menyala di tengah keterbatasan, seharusnya itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kecamatan atau ibu kota kabupaten.

Editorial ini bukan untuk menyalahkan, melainkan mengingatkan. Bahwa pembangunan pendidikan sejatinya diukur bukan dari besarnya anggaran semata, tetapi dari sejauh mana ia menjangkau mereka yang paling jauh.

Sekolah bambu di Wugaga tidak meminta belas kasihan. Ia hanya menagih janji konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa, tanpa kecuali.

Penulis:
Mohamad Gasalele
Pimpinan Redaksi

Baca Juga : Anggota DPRD Sigi dari PDI Perjuangan Soroti Kondisi Kelas Jauh SDN Wugaga

Baca Juga : DPRD Sigi Dorong Kelas Jauh SDN Wugaga Masuk Prioritas Anggaran

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.