DPRD Sigi Dorong Kelas Jauh SDN Wugaga Masuk Prioritas Anggaran

INTERKINI.CO, SIGI — Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Daerah Pemilihan Marawola Barat, Marawola, Kinovaro, Endang Herdianti, SE, menyoroti kondisi ruang kelas jauh SD Negeri (SDN) Wugaga yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi.
Endang mengaku baru mengetahui kondisi fisik ruang kelas jauh SDN Wugaga, meski keberadaan kelas jauh tersebut sudah lama ia dengar.
“Kalau kelas jauhnya, saya sudah lama dengar. Tapi kondisi ruang kelasnya ini baru saya ketahui, sehingga memang perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Endang kepada Interkini.co saat ditemuai di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025)
Ia menegaskan, apabila sekolah induk SDN Wugaga sudah memiliki bangunan permanen, maka kelas jauhnya juga seharusnya dibangun secara permanen.
“Kalau bicara sekolah induk sudah permanen, seharusnya kelas jauhnya juga permanen. Karena kelas jauh itu juga memiliki kelas satu sampai enam, sama seperti sekolah induk. Yang membedakan hanya kondisi infrastrukturnya,” jelasnya.
Menurut Endang, kondisi ruang belajar dan fasilitas yang tidak memadai berpotensi berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diterima peserta didik.
“Dengan kondisi ruangan yang tidak memadai, fasilitas di dalam kelas juga tidak memadai, tentu ini akan berimplikasi pada kualitas pembelajaran anak-anak di kelas jauh Wugaga,” katanya.
Ia menilai, faktor infrastruktur pendidikan tidak boleh diabaikan, terlebih Desa Wugaga merupakan wilayah paling ujung di Kecamatan Marawola Barat.
“Wilayah Wugaga ini desa paling ujung. Justru kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Endang mendorong agar pembangunan ruang kelas jauh SDN Wugaga dapat segera dimasukkan sebagai skala prioritas dan dialokasikan dalam anggaran pendidikan daerah.
“Saya berharap ini bisa secepatnya dialokasikan anggarannya untuk pembangunan. Dinas Pendidikan juga harus turun langsung melihat kondisi di lapangan, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Meski belum meninjau langsung lokasi kelas jauh tersebut, Endang menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan persoalan ini ke depan.
“Mudah-mudahan ini menjadi bagian yang harus saya perjuangkan. Akan lebih baik kalau kita melihat langsung kondisi di lapangan, bertemu guru, kepala sekolah, dan murid-murid, supaya informasinya lebih lengkap,” katanya.
Ia mengaku prihatin karena di tengah meningkatnya alokasi anggaran pendidikan, masih terdapat ruang kelas yang dinilai tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.
“Jujur saya sangat prihatin. Anggaran pendidikan sudah cukup besar, tapi masih ada kelas jauh dengan murid dari kelas satu sampai kelas enam yang ruang kelasnya sangat tidak memadai. Ini miris,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Endang menilai kondisi tersebut luput dari perhatian pemerintah daerah dan harus segera dibenahi.
Baca Juga : Sekolah dari Bambu, Semangat dari Hati: Cerita Ibu Indrawati dari Ujung Wugaga
“Ini seharusnya menjadi perhatian kita semua. Insya Allah secepatnya akan saya komunikasikan dengan pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, agar segera disahuti dan dijadikan skala prioritas,” pungkasnya.
Pewarta: Muhammad
Editor: Tim Redaksi Interkini.co





2 Comments