Artikel TrendingBerandaDaerah

Sampah Plastik di Jalur Pendakian Gawalise, Alarm Edukasi bagi Pendaki

INTERKINI.CO — Jalur pendakian Gunung Gawalise kembali menyisakan persoalan klasik. Di sejumlah titik lintasan, pendaki masih menemukan tumpukan sampah plastik, mulai dari bungkus makanan hingga botol minuman sekali pakai. Temuan ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata alam belum sepenuhnya diiringi kesadaran ekologis.

Gunung Gawalise dikenal sebagai salah satu kawasan alam yang kerap menjadi tujuan pendaki lokal. Selain menawarkan jalur yang relatif mudah dijangkau, kawasan ini juga memiliki fungsi penting sebagai ruang belajar alam dan penyangga lingkungan di sekitar wilayah Palu dan sekitarnya.

Namun, jejak plastik yang tertinggal di jalur pendakian menunjukkan adanya celah dalam praktik pendakian yang bertanggung jawab. Sampah yang tidak terkelola bukan hanya mengganggu estetika alam, tetapi juga berpotensi mencemari tanah dan mengganggu ekosistem sekitar.

Sejumlah pegiat lingkungan menilai persoalan sampah di jalur pendakian kerap berulang, terutama akibat rendahnya disiplin membawa kembali sampah pribadi serta minimnya pemahaman tentang etika pendakian ramah lingkungan. Kondisi ini sering kali diperparah oleh anggapan bahwa sampah kecil akan “hilang dengan sendirinya”.

Padahal, prinsip dasar pendakian berkelanjutan menempatkan alam sebagai ruang yang harus dijaga, bukan sekadar dikunjungi. Membawa turun kembali sampah yang dihasilkan merupakan bentuk tanggung jawab paling sederhana, sekaligus cerminan kedewasaan pendaki dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Tanpa perubahan perilaku, jalur pendakian berisiko kehilangan fungsinya sebagai ruang edukasi alam dan justru menjadi beban ekologis baru. Persoalan sampah di Gunung Gawalise semestinya menjadi alarm bersama bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pengelola, tetapi tanggung jawab setiap orang yang menikmati keindahannya.

(tma5)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.