Imtaq Perdana 2026, SD Negeri 050 Tarakan Libatkan 600 Siswa Perkuat Karakter dan Literasi Keagamaan
INTERKINI.CO, TARAKAN – SD Negeri 050 Tarakan mengawali tahun 2026 dengan menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) perdana yang diikuti sekitar 600 peserta didik, Kamis pagi (8/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan literasi keagamaan sejak dini.
Kegiatan Imtaq dimulai sejak jam masuk sekolah pukul 07.15 WITA dan secara resmi berlangsung pada pukul 07.30 WITA hingga selesai. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan tersebut bersama para guru dan keluarga besar SD Negeri 050 Tarakan.
Kepala SD Negeri 050 Tarakan, Harni Setyawardani, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan Imtaq merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan, yakni pada minggu pertama dan minggu terakhir.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai keagamaan yang diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan.
“Imtaq ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya pembiasaan agar nilai-nilai keagamaan tertanam sejak dini dalam kehidupan anak-anak,” ujar Harni.
Pelaksanaan Imtaq di SD Negeri 050 Tarakan dilakukan secara inklusif dengan tetap menghormati keberagaman agama peserta didik. Peserta didik beragama Islam mengikuti kegiatan di halaman sekolah melalui Program Gerakan Memulai Pembelajaran dengan Tilawah Al-Qur’an (GEMPITA ), sementara peserta didik beragama Kristiani melaksanakan kegiatan keagamaan di ruang terpisah yang telah disiapkan pihak sekolah.

Harni menambahkan, pelaksanaan Imtaq sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pendidikan yang mendorong penguatan literasi keagamaan di satuan pendidikan, salah satunya melalui pembiasaan membaca kitab suci sebelum proses pembelajaran dimulai.
“Pendekatan ini bertujuan memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama dalam penguatan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Kristen SD Negeri 050 Tarakan, Yustin Simon, S.Pd.K, menyampaikan bahwa pelaksanaan Imtaq bagi peserta didik Kristiani dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa.

Menurut Yustin, kegiatan tersebut tidak hanya berupa ibadah, tetapi juga dilengkapi dengan edukasi keimanan melalui pendekatan interaktif, termasuk permainan edukatif yang bernilai pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara lebih rutin agar membantu membentuk sikap, ibadah, dan karakter peserta didik secara bertahap,” ujarnya.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menguatkan pelaksanaan kegiatan Imtaq secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Pembiasaan ini diharapkan mampu membentuk pondasi moral dan spiritual peserta didik agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini, kegiatan Imtaq di SD Negeri 050 Tarakan diharapkan menjadi salah satu ikhtiar pendidikan dalam membentuk generasi yang berakhlak, toleran, dan berkarakter kuat.
(a6/ss/in)




