Pabrik Tahu Sebatik Andalkan Pasar MBG dan Bahan Baku Lokal
SEBATIK, NUNUKAN — Pabrik Tahu Putra Harapan Maju mulai beroperasi sejak 25 Agustus 2025 dengan produksi rata-rata lebih dari 3.000 tahu per hari. Usaha yang dikelola Muhammad Syaiful itu kini memasarkan produknya terutama ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta masyarakat di sekitar tempat usaha.
Syaiful mengatakan keputusan membuka usaha tersebut salah satunya dipengaruhi informasi mengenai kebutuhan tahu dan tempe untuk program MBG.
“Sebelum adanya MBG ada beberapa orang yang mengatakan bahwa tahu dan tempe itu sudah pasti tiap hari di-order oleh pihak MBG. Jadi kalau misalkan buat pabrik tahu, bisalah dapat keuntungan di situ,” ujar Syaiful.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, kedelai diperoleh dari pemasok di sekitar Pulau Sebatik. Sebelumnya, bahan baku sempat didatangkan melalui Tarakan, tetapi kemudian Syaiful memilih membeli langsung dari pemasok yang berada lebih dekat.
Menurut dia, pilihan tersebut membuat biaya pengadaan bahan baku lebih terjangkau karena tidak lagi dibebani biaya transportasi dari Tarakan.
Saat ini, hasil produksi dipasarkan terutama untuk kebutuhan MBG, ibu-ibu di sekitar rumah, serta kelompok ibu-ibu Pabettang atau pengikat rumput laut.
Syaiful mengatakan penjualan sempat mengalami penurunan ketika pesanan dari MBG berhenti sementara dan terdapat persoalan keanggotaan. Namun, kondisi penjualan pada September 2026 kembali berjalan lancar.
“Kalau bulan ini alhamdulillah lancar-lancar,” katanya.
Kedelai Jadi Biaya Produksi Terbesar
Dalam proses produksi, kedelai menjadi komponen biaya terbesar. Sementara biaya untuk peralatan dan mesin terutama berkaitan dengan penggunaan listrik dan oli sebagai bahan bakar.
Di tengah persaingan dengan pengusaha tahu lainnya, Syaiful memilih mempertahankan pelanggan melalui kualitas produk.
Menurut dia, pelanggan mempertimbangkan kualitas tahu yang dihasilkan. Karena itu, pihaknya terus memperbaiki kualitas dengan membuat tahu selembut dan sebagus mungkin.
“Solusi untuk menarik pelanggan ialah kualitas kami lebih diperbaiki dan ditingkatkan, dibuat selembut mungkin dan sebagus mungkin,” ujarnya.
Limbah Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak
Selain produksi, pengelolaan limbah menjadi bagian dari aktivitas pabrik. Limbah padat hasil produksi diberikan kepada sejumlah peternak untuk dimanfaatkan sebagai pakan bebek, ayam, dan sapi.
Sementara limbah cair dialirkan ke tanaman di sekitar lokasi.
Syaiful mengatakan pemanfaatan tersebut dilakukan agar limbah produksi tidak terbuang begitu saja.
“Kalau limbah padatnya kan tadi ke pakan, kalau limbah cairnya langsung ngalir ke tanam-tanaman,” kata Syaiful.
Pabrik Tahu Putra Harapan Maju di Sebatik, Kabupaten Nunukan, kini mengandalkan pasar MBG dan konsumen sekitar. Di sisi lain, usaha tersebut memanfaatkan kedelai dari sekitar Pulau Sebatik serta limbah produksi untuk kebutuhan peternakan dan tanaman.
Penulis: asni/in
Editor: Redaksi Interkini.co




