INTERKINI.CO, ACEH UTARA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi para petani di Aceh pascabencana, melalui program rehabilitasi sawah dan dukungan sarana produksi.
“Insyaallah kita kerjakan perbaikan sawah rusak mulai yang ringan, sedang, baru terakhir yang berat. Berat hanya 5 sampai 10 persen. Kami selesaikan yang 90–95 persen agar saudara-saudara kita yang sawahnya kena dampak bisa segera berproduksi,” ujar Amran. Kamis (15/1/2026)
Untuk mempercepat rehabilitasi sawah di Aceh Utara, Kementan memberikan bantuan berupa:
-
Pupuk urea sebanyak 200 ton
-
Benih padi 836 ton
-
Traktor roda dua 32 unit
-
Traktor roda empat 11 unit
Selain bantuan alat dan bahan, program ini juga dijalankan melalui mekanisme padat karya, di mana petani terdampak dilibatkan langsung dengan upah dibayar pemerintah pusat.
“Ini padat karya, rakyat yang bekerja, yang punya sawah bekerja kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Kami sebagai penanggung jawab,” jelas Amran.
Usai kegiatan, Wamendagri Bima Arya, Mentan Amran, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meninjau langsung hamparan sawah terdampak banjir bandang di Desa Pinto Makmur, Aceh Utara. Mereka berdialog dengan petani yang tetap beraktivitas di tengah kondisi sulit.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi lahan agar aktivitas pertanian dan ekonomi warga dapat segera pulih.
(rls.w/in)




