BerandaNasional

Mendagri Fokus Kendalikan Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah memfokuskan pengendalian harga komoditas pangan untuk menjaga stabilitas inflasi nasional agar tidak menekan daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

“Inflasi ini bisa terkendali karena kita merasakan rapat seperti ini tiap minggu. Semua daerah bekerja, semua kementerian bekerja,” ujar Tito Karnavian.

Menurut Mendagri, inflasi nasional per Desember 2025 secara year on year (y-o-y) tercatat sebesar 2,92 persen, mendekati batas atas target inflasi 3,5 persen namun masih dalam kategori terkendali. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah lonjakan harga, terutama pada komoditas pangan.

“Kalau inflasi melampaui batas, masyarakat berpenghasilan rendah akan paling terdampak. Harga beras, minyak, telur, daging, ikan naik mereka akan sangat terasa kesulitannya,” ujarnya.

Tito menjelaskan bahwa penyumbang inflasi tertinggi secara y-o-y berasal dari kenaikan harga emas perhiasan yang dipengaruhi faktor global. Ia menyebut harga emas saat ini mendekati Rp3 juta per gram dan sulit dikendalikan di tingkat domestik.

Selain emas, sektor makanan dan minuman, transportasi, serta perawatan pribadi juga menjadi pendorong utama inflasi. Kenaikan permintaan selama momentum Natal dan Tahun Baru turut memperkuat tekanan harga.

Mendagri menambahkan bahwa meskipun inflasi masih terkendali, tren kenaikan perlu diwaspadai. Inflasi nasional pada Desember 2025 tercatat naik tipis dari 2,72 persen pada November menjadi 2,92 persen.

“Artinya tren naik. Nah, ini kita harus hati-hati,” tegasnya.

Untuk itu, pemerintah akan memusatkan pengendalian pada komoditas pangan yang paling berdampak langsung pada masyarakat.

“Karena harga emas perhiasan tidak bisa kita bendung, maka kita harus bermain di faktor lain, terutama makanan dan minuman yang dirasakan masyarakat,” tandas Mendagri.

(a6/in)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.