
Jakarta — Inflasi nasional pada April 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 2,42 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengatakan angka tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinilai tetap menguntungkan baik bagi konsumen maupun produsen.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah (Pemda) dan kementerian/lembaga terkait tidak boleh lengah dalam menjaga stabilitas harga.
“Tetap kita berupaya sedikit saja di atas harga HET akan kita perjuangkan [untuk dikendalikan], ya. Ini merupakan prinsip dasar kita yang harus kita pegang teguh,” ujar Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Tomsi meminta setiap daerah mencermati kondisi inflasi di wilayah masing-masing, terutama bagi daerah dengan tingkat inflasi di atas rata-rata nasional.
“Sekali lagi saya minta untuk seluruh teman-teman kepala daerah dan jajarannya khususnya TPID jangan hanya mengikuti rapat, tetapi betul-betul turun,” katanya.
Dalam pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kelima April 2026, sejumlah komoditas tercatat memengaruhi inflasi, antara lain minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras.
Khusus minyak goreng, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga meningkat menjadi 240 kabupaten/kota pada minggu kelima April 2026, dari sebelumnya 224 kabupaten/kota pada minggu keempat April 2026.
Tomsi juga mengingatkan agar setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
“Ini adalah kewajiban kita untuk mengatasinya, jadi naik 100 rupiah pun tidak boleh terjadi harusnya. Terutama berkaitan dengan komoditas yang diatur oleh pemerintah,” tegasnya.
Rapat tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Pelaksana Tugas Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, Direktur Statistik Harga BPS Sarpono, serta Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Badan Pangan Nasional Kelik Budiana. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Pemerintah menekankan pengendalian harga tetap menjadi prioritas guna menjaga inflasi dalam target nasional.
Editor: Redaksi Interkini.co




